Saksikan Festival Dalail Khairat di Banda Aceh

29 Agustus 2015

Foto: Humas Banda Aceh

Foto: Humas Banda Aceh


Banda Aceh – Festival Dalail Khairat digelar di Meunasah Gampong Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Ajang dalail antar Kecamatan Jaya Baru dan Banda Raya digelar pemuda Lampoh Daya, Jumat hingga Sabtu, 28-29 Agustus 2015.

Ada enam grup dalail khairat dari dua kecamatan ambil bagian dalam festival yang didukung Dinas Syariat Islam dan Ketua Komisi A DPRK Banda Aceh Ilmiza Sa’aduddin Djamal ini.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Drs H Zainal Arifin, mengapresiasi pemuda yang menggelar ajang ini. Kegiatan ini diharap makin menumbuhkembangkan adat dan budaya Islami dalam kehidupan sehari-hari. “Ini menjadi bukti bahwa dukungan dan komitmen semua pihak terutama para pemuda dalam menjaga adat istiadat kita yang berlandaskan sendi-sendi islami masih terus ada,” katanya saat membuka festival.

Dalail Khairat salah satu cara masyarakat Banda Aceh untuk menunjukkan budaya dan menjadi bagian syiar agama. “Ini menjadi bukti bahwa adat Aceh memiliki akar dan struktur yang kuat, yakni kultur yang berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam dan budaya islami,” ujar Zainal.

“Mudah-mudahan kegiatan ini semakin menebalkan wujud Kota Madani di Banda Aceh, dan tentu saja kita semua berharap, agar shalawat, asmaul husna dan doa yang terkandung di dalam Dalail Khairat dapat bergema dan berkembang subur di dalam masyarakat kita,” sambungnya.

Kegiatan ini diharap mendorong generasi muda lebih mencintai dan merasa bangga dengan adat mereka. “Hal ini juga mendorong kebiasaan generasi muda untuk terus berpegang pada syariat Islam,” sebutnya.

Sementara itu, Tgk Alamsyah selaku Ketua Dewan Hakim menjelaskan, setiap grup maksimal terdiri dari 12 orang dan diberikan waktu 35 menit untuk memberikan kemampuan terbaik mereka. “Ada tiga bidang yang akan kami nilai, yakni adab penampilan seperti kostum peserta, gerak-gerik, kekompakan dan ketepatan waktu.”

“Selanjutnya bidang lagu dan suara, mulai dari jumlah lagu, gaya dan variasi serta tempo dan keutuhan lagu,” kata Alamsyah seraya menambahkan bidang tata bahasa dan tanda baca seperti tajwid juga menjadi perhatian dewan hakim.” [SM]