Rombongan Pejabat Timur Tengah Berkunjung ke Banda Aceh

9 Agustus 2015

Foto: Humas Banda Aceh

Foto: Humas Banda Aceh


Banda Aceh – Rombongan Indonesia-Middle East Update (IMEU) 2015 berkunjung ke Banda Aceh, untuk melihat potensi bisnis dan investasi dimiliki kota ini. Mereka dijamu langsung Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal dan disajikan berbagai tarian Aceh.

Rombongan dipimpin oleh Duta Besar Irak untuk Indonesia, Abdullah Hasan Salih. Hadir juga Wakil Dubes Palestina Taher Ibrahim Hamad, Wakil Dubes Yaman Ahmed Sayyed, Perwakilan Tetap IDB di Jakarta Ibrahim Ali Shoukry dan sejumlah perwakilan dari Kemenlu RI.

Mereka sudah berada di Banda Aceh sejak 6 Agustus 2015, untuk agenda familiarization trip dalam rangka persiapan forum IMEU 2015 pada Oktober nanti. Dalam kunjungan ini, mereka ikut makan malam bersama di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Jumat malam, 7 Agustus 2015.

Kedatangan mereka sekaligus untuk meninjau langsung kondisi dan peluang investasi di Aceh khususnya di Banda Aceh. IMEU sendiri merupakan acara yang diprakarsai oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI sebagai upaya diplomasi ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Pertemuan IMEU ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Timur Tengah, meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta melakukan promosi potensi daerah kepada Dubes dan calon investor dari Timur Tengah.

Acara ini nantinya akan mengundang para Dubes, investor dan pelaku ekonomi dari 19 negara di Timur Tengah.

Wali Kota Illiza di depan para pejabat negara sahabat itu mengatakan pihaknya telah lama menantikan kehadiran para tamu dari Timur Tengah ke Banda Aceh.

Dia menceritakan kunci kebangkitan Banda Aceh pasca bencana gempa dan tsunami 2004 adalah banyaknya bantuan dari negara donor termasuk dari negara-negara Timur Tengah.

Banda Aceh, kata dia, saat ini tengah berjuang untuk mewujudkan diri sebagai islamic smart city dengan visi Kota Madani, serupa konsep Kota Madinah saat dipimpin oleh Nabi Muhammad.

Banda Aceh, sambung Illiza, juga telah dideklarasikan sebagai salah satu tujuan wisata islami dunia (world islmic tourism), dengan berbagai keunikan dan program yang masih berpotensi untuk dikerjasamakan. “Kami membuka diri dan kesempatan bagi berbagai pihak yang dapat membantu kami membuka wawasan bisnis dan usaha dengan skala internasional,”ujarnya.

“Semoga dengan digelarnya event berkaliber internasional di Banda Aceh pada Oktober nanti dapat meningkatkan ukhuwah islamiyah antar negara-negara Islam. Mudah-mudahan acaranya berlangsung sukses dan mendapat ridha dari Allah SWT dan membawa dampak positif bagi Aceh dan Banda Aceh pada khususnya.”

Dubes Irak Abdullah Hasan Salih dalam sambutan yang disampaikannya dalam dua bahasa yakni Inggris dan Arab, mengatakan, dalam banyak literatur di negaranya, Aceh kerap disebut sebagai bagian dari Mekkah (Serambi Mekkah).

“Walaupun letak geografis antara Aceh dan Timur Tengah terpisah oleh jarak yang sangat jauh, namun terasa begitu dekat dalam Islam.”

Usai makan malam bersama, para tamu kemudian dihibur dengan penampilan Tari Seudati dan Rapai Geleng yang dibawakan secara apik oleh Sanggar Cit Ka Geunta pimpinan Drs Tarimin. [SM]