Resto Halal Siap Menjamu Wisatawan di Aceh

Salah satu rumah makan di Aceh | Foto: Ahmad Ariska

Salah satu rumah makan di Aceh | Foto: Ahmad Ariska


Banda Aceh – pastinya tidak ada yang meragukan kehalalan makanan dan minuman di Provinsi Aceh, sebuah provinsi yang menerapkan aturan syariat Islam ini. Namun, status halal itu kini lebih diperkuat lagi dengan adanya sertifikasi dari lembaga berwenang, seperti Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU). Dalam rangka mewujudkan Aceh sebagai destinasi wisata halal, semua restoran dan rumah makan harus mendapatkan sertifikasi tersebut.

Ketua Kelompok Kerja Restoran Halal dari Tim Percepatan Penunjukkan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal, Zulfitri, mengaku sejak Aceh ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata halal di Indonesia, pihaknya sudah mensosialisasikan akan pentingnya sertifikasi. ”Sertifikasi bukan berarti meragukan apa yang sudah berlaku selama ini, hanya saja untuk lebih menguatkan secara administrasi sehingga ini akan memberi kenyamanan kepada para tamu yang datang,” jelas Zulfitri.

Pria pemilik Kuala Cut Restoran ini juga sudah menerapkan hal yang sama untuk restorannya yang berlokasi di Lampuuk, Aceh Besar. “Saya menerapkan terlebih dahulu pada restoran milik saya, yang kini sedang menunggu diterbitkannya sertifikat halal, dan secara perlahan sebagai ketua pokja, saya juga mensosialisasikan hal ini kepada para pemilik restoran dan rumah makan,” ujarnya.

Pastinya kerja ini akan lebih mudah jika pemerintahan juga mengeluarkan aturan untuk sertifikasi. “Artinya bisa saja ada qanun untuk itu, sehingga ini akan lebih memudahkan untuk memberi pemahaman kepada para pelaku usaha,” katanya.

Untuk tahun 2016 ini, demi mendukung Aceh sebagai destinasi wisata halal di Indoensia, sebanyak 10 restoran dan rumah makan di Banda Aceh dan Aceh Besar ditargetkan akan disertifikasi halal. “Itu target kita, dan ini pasti akan terus lebih meningkat lagi jumlahnya untuk tahun yang akan datang. Proses sertifikasi sendiri akan dilakukan oleh BPOM dan MPU, sehingga nanti restoran dan rumah makan ini akan mendapat sertifikat,” ujar laki-laki yang pernah memperdalam ilmu kulinernya di Italia ini.

Dengan ditetapkannya Aceh sebagai destinasi wisata halal, sebut Zul, ini akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kecil. “Perputaran ekonomi akan semakin terasa, karena geliat sektor wisata akan bergerak dengan aktif, dan pastinya program wisata halal ini akan semakin meningkatkan ekonomi masyarakat Aceh sehingga tidak banyak lagi bergantung pada anggaran pemerintah karena mulai muncul sektor swasta di bidang pariwisata,” ungkap Zulfitri. [Yayan]