Rakernas JKPI 2016 Lahirkan Sejumlah Rekomendasi

11 Mei 2016

Foto: Humas Banda Aceh

Foto: Humas Banda Aceh


Banda Aceh – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia tahun 2016 resmi dibuka Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, Selasa 10 Mei 2016 di Museum Rumoh Aceh, Banda Aceh. Rapat kerja yang diikuti oleh Bupati/Walikota anggota JKPI melahirkan sejumlah rekomendasi.

Dipimpin Direktur Eksekutif JKPI Pusat, Nanang Asfarinal forum ini memberika kesempatan kepada sejumlah peserta, yakni Kabupaten/Kota calon anggota baru JKPI menyampaikan profil dan potensi daerahnya sehingga dianggap layak masuk sebagai anggota JKPI. “Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Siak, Kota Sabang, dan Kabupaten Pasawaran merupakan anggota baru JKPI.”

Keabsahan Halmahera Barat, Siak, Sabang dan Pasarawan sebagai anggota baru JKPI ditandai dengan pemberian SK oleh Ketua Presidium JKPI, Illiza Saaduddin Djamal. Selain memutuskan menambah anggota baru, Rakernas yang ke-V ini juga menetapkan Gianyar Bali sebagai tuan rumah Rakernas tahun 2017.

Sebelumnya saat membuka Rakernas, Illiza menyampaikan sejak didirikan pada 25 Oktober 2008, JKPI telah mengalami berbagai kemajuan, di antaranya pertumbuhan jumlah anggota dan telah berhasil menyelenggarakan berbagai even yang kemudian mampu mendodorong peningkatan kualitas Kota/Kabupaten Kota Pusaka di Indonesia.

Terkait dengan tema Rakernas ‘Kutaraja, Menuju Kota Warisan Dunia’, Illiza menjelaskan tema ini sengaja dipilih untuk memperkuat semangat kerja mendorong pengakuan UNESCO akan Banda Aceh selaku salah-satu anggota JKPI sebagai Kota Pusaka warisan dunia.

Terhadap hal ini, selain kepada Pemerintah Aceh, kami juga mohon dukungan dan perhatian dari Kementerian PMK, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk dapat berkontribusi terhadap berbagai kebutuhan. “Dalam rangka membangun beberapa situs cagar budaya serta peningkatan promosi kebudayaan serta pariwisata Banda Aceh sebagai destinasi Wisata Islami Dunia ke level International,” harap Illiza.

Berikut poin-poin Rekomendasi Rakernas JKPI 2016:

– Pentingnya meningkatkan kerjasama antara sesama anggota JKPI untuk mempromosikan kegiatan pelestarian pusaka yang tersebar di seluruh Indonesia.
– Mendata seluruh aset pusaka yang ada di Indonesia untuk kemudian dapat dijadikan sebuah buku dalam rangka mempromosikan sejarah Indonesia ke mata dunia.
– Rakernas Tahun 2017 direncanakan akan dilaksanakan di Kota Gianyar, Bali.
– Kemenko PMK RI menjadi Organisasi Induk JKPI yang akan memfasilitasi program/kegiatan lintas kementrian.
– Forum Rakernas JKPI Ke-V 2016 menerima anggota baru dalam keanggotaan JKPI, yakni: Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Siak, Kota Sabang, dan Kabupaten Pasawaran.
– Memberikan masukan kepada Presiden RI yang pernah menjadi bagian dari JKPI, agar dapat membantu memfasilitasi rapat lintas kementrian dan lembaga terkait dengan permasalahan aset pusaka yang ada di daerah-daerah.
– Agar adanya Dana Alokasi Khusus Cagar Budaya yang diperuntukkan untuk pemugaran dan pemeliharaan situs-situs cagar Budaya.
– Perlu adanya Master Plan terkait penataan kawasan cagar budaya/pusaka.
– Melaporkan progress capaian Satu Dekade JKPI pada Presiden di tahun 2018.
– Agar bantuan dari Pemerintah Pusat tidak hanya bersifat fisik, namun juga bersifat Sosialisasi dalam rangka mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian cagar budaya dan nilai-nilai budaya.
– Adanya gagasan untuk pemberian Pusaka Award dari pemerintah Indonesia bagi Kabupaten/Kota sebelum memasuki level Warisan Kota Dunia.
– Perlu kejelasan terkait dengan regulasi dan peraturan yang ada di level nasional terkait dengan upaya-upaya pelestarian/revitalisai cagar budaya.
– Perlu membangun Website JKPI, yang kemudian dapat dijadikan sebagai media komunikasi antar sesama anggota JKPI. [MKK]