Puluhan Mahasiswa International Kunjungi Banda Aceh

14 Juli 2015

Mahasiswa Asing_Iliza
Banda Aceh – Keunikan dimiliki Kota Banda Aceh terus memikat banyak orang untuk melihatnya secara langsung. Kali ini giliran mahasiswa dari berbagai negara yang berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Aceh.

Rombongan puluhan mahasiswa itu disambut langsung Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Saaduddin Djamal. Dalam kunjungan difasilitasi Asian Fondation, mereka ingin melihat secara dekat kemajuan Banda Aceh di berbagai bidang selepas tsunami, berikutnya penerapan syariat Islam dan pemberdayaan perempuan.

Saat menjamu mereka di Aula Balai Kota Banda Aceh, Senin, 13 Juli 2015, Illiza menjelaskan, Aceh satusatunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat Islam. “Syariat Islam yang kita jalankan merupakan amanah konstitusi yang telah disetujui pemerintah pusat.”

Memang diakui masih ada sebagian orang luar yang mengidentikan Islam dengan kekerasan, teror hingga diskriminatif terhadap perempuan. Illiza menilai ini pemahaman yang salah.

“Tudingan semacam itu keliru dan tentunya merupakan ujian bagi kami muslim. Islam itu indah, kami ingin buktikan di kota kami tentang keindahan Islam itu, kalian boleh keliling dan pastikan Islam kami sangat indah,” ujar Illiza.

Dia mempersilakan para mahasiswa itu melakukan city tour, menikmati Banda Aceh dengan segala keunikannya secara langsung, termasuk melihat nuansa keberagaman yang terpupuk secara baik sejak dulu. “Silakan keliling Banda Aceh, kebetulan saat ini lagi bulan Ramadan suasananya sangat terasa disini, beda dengan suasana Ramadan di kota-kota lainnya.”

Menurutnya kondisi Aceh, khususnya Banda Aceh kini sangat aman. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan dan makin seringnya Banda Aceh jadi tuan rumah even-even Internasional seperti seminar dan konferensi.

Dalam kesempatan ini, Illiza juga memberi apresiasi para tamu, terutama mahasiswi yang mengenakan hijab. Menururnya non muslim tak diwajibkan mengenakan hijab saat berkunjung ke Banda Aceh, tapi cukup berpakaian yang sopan agar tak bertentangan dengan norma masyarakat.

“Sebenarnya kami tidak mengharuskan non muslim untuk berbusana seperti kami. Hijab hanya untuk yang muslim saja, tapi saya senang melihat kalian mengenakan jilbab, kalian kelihatan cantik sekali ,” puji Illiza. [SM]