Perajin Banda Aceh Kembangkan Kreativitas Pemasaran

Foto: Humas Banda Aceh

Foto: Humas Banda Aceh


Banda Aceh – Sebanyak 180 perajin dari 90 gampong se-Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan kreativitas pemasaran yang digelar Dekranasda bekerjasama dengan Disperindagkop dan UKM di Aula Lantai IV Balai Kota Banda Aceh, Rabu 3 Agustus 2016.

Pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal.

Kadisperindagkop dan UKM, Rizal Junaedi menyebutkan materi yang diberikan kepada para peserta yakni seputar manajemen keuangan dan pemasaran dengan menghadirkan narasumber dari lembaga pengembangan bisnis, dan Disperindagkop dan UKM. Selain manajemen dan pemasaran, kendala yang masih dihadapi para perajin adalah soal pengemasan produk secara baik dan menarik. “Hal ini akan terus kita bina mengingat besarnya potensi produk-produk unggulan perajin kita.”

Pada kesempatan itu, Dekranasda Banda Aceh turut menyerahkan bantuan kepada 20 perajin. Bantuan berupa dana pembinaan sebesar Rp 1 juta per perajin diserahkan langsung oleh Wali Kota Illiza.

Dalam arahannya Illiza mengatakan, sudah seharusnya Banda Aceh terus meningkatkan produk unggulan yang ada mulai dari majemen hingga kualitasnya. “Saat ini bersama tim dari Unsyiah, kita sedang mensurvei produk-produk apa yang akan terus kita kembangkan guna mewujudkan program one village one product. Hal ini juga sejalan dengan salah satu misi Pemko Banda Aceh yakni meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Di samping tersedianya beragam jenis dan model, sebut Illiza, packaging suatu produk yang dibuat semenarik mungkin akan lebih mudah diterima pasar. “Banda Aceh sebagai kota destinasi wisata iklimnya sangat bagus bagi sektor ekonomi kreatif. Kota kita sudah menjadi kota internasional, jadi kualitas produk yang kita hasilkan harus berstandar internasional pula.”

Untuk menjadi seorang pengusaha tidak mesti harus memiliki toko yang besar. “Perajin kini bisa memasarkan produknya secara online. Modalnya smartphone, jejaring plus kemauan yang kuat, dan tentu saja branding atau promosi suatu produk juga membutuhkan sentuhan seni.” [AW|JUN]