Merajut Kerja Sama “Sister City” Banda Aceh-Vukovar

27 Oktober 2015

Foto: Humas Banda Aceh

Foto: Humas Banda Aceh


Vukovar – Setelah menempuh perjalanan udara sekira 16 jam dari Banda Aceh, ditambah 3,5 jam perjalanan darat dari Kota Zagreb menembus suhu -13 derajat celcius, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE akhirnya tiba di Kota Vukovar, Kroasia, Senin 26 Oktober 2015.

Di kota yang pernah luluh lantak akibat perang saudara pada kurun waktu 1990-an ini, Wali Kota Illiza dan rombongan disambut oleh Wali Kota Vukovar, Ivan Penava, di kantor wali kota setempat. Illiza datang memenuhi undangan Ivan Penava dan pejabat terkait lainnya untuk membicarakan prospek kerja sama “sister city” antar kedua kota.

Turut serta bersama Illiza antara lain Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah SIKom, Asisten Administrasi Umum Setdako Banda Aceh M Nurdin SSos, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Samsul Bahri dan Kepada Dinas Kesehatan Media Yulizar.

Setelah menggelar pertemuan bilateral dalam suasana yang penuh kehangatan, kedua wali kota sepakat untuk menandatangani Letter of Intent (LoI) guna membangun suatu hubungan kerja sama dan persahabatan antar kedua kota. Penandatanganan LoI tersebut disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Republik Kroasia Agus Sardjana.

Atas dasar prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan, kedua wali kota menyatakan kesediaannya untuk mengembangkan kerja sama di berbagai bidang seperti ekonomi, perdagangan, budaya, pendidikan, pariwisata dan olahraga. Kerja sama ini nantinya akan dijabarkan lebih lanjut melalui sebuah Memorandum of Understanding (MoU) untuk membangun hubungan sebagai sister city.

Dalam waktu dekat, Ivan Penava akan membalas kunjungan Illiza dengan membawa para pengusaha Vukovar ke Banda Aceh. “Para pengusaha Vukovar berencana menanam saham di Banda Aceh. Mereka akan datang untuk melihat dan mempelajari kemungkinan-kemungkinan kerja sama dan penanaman saham di bidang-bidang apa saja,” katanya yang pada kesempatan itu didampingi oleh Ketua Dewan Kota Vukopar Igor Gavric dan sejumlah pejabat Kota Vukopar lainnya.

Sementara itu, Illiza dalam sambutannya mengatakan sangat terkesan dengan Kota Vukovar. “Walaupun Kota Vukopar dulu pernah porak-poranda akibat perang saudara namun kini mampu bangkit dan sukses menjadi salah satu kota pelabuhan sungai yang terpenting di Kroasia.”

“Sebagai perwakilan dari kota yang pernah mengalami situasi yang sama, saya sadar tidaklah mudah membangun kota seperti ini. Kita harus membangun kembali seluruh infrastruktur, menangani luka dan trauma dari masyarakat. Belum lagi image akan keamanan kota yang berpengaruh buruk terhadap kegiatan investasi dan ekonomi.”

Menurutnya, Banda Aceh dan Vukovar telah membuktikan masa lalu yang gelap tidak ada hubungannya dengan masa depan. “Artinya selama kita mau berubah dan belajar dari pengalaman masa lalu, kita dapat terus bergerak maju. Dengan pandangan tersebut, saya yakin kita bersama-sama dapat menciptakan kota yang lebih baik, kuat, serta tangguh bagi komunitas kita di masa depan.”

Illiza menambahkan, dirinya dan Wali Kota Vukovar memiliki tujuan yang baik serta komitmen yang kuat untuk membangun kedua kota agar menjadi kota yang berperadaban dan berkelanjutan. “Hal tersebut seharusnya cukup sebagai alasan untuk memulai kerja sama ini. Semoga kerja sama ini dapat kita bawa ke level lebih lanjut dan kita dapat menyusun kerja sama yang konkret dalam berbagai bidang.”

Usai pertemuan di kantor wali kota, Illiza dan rombongan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Museum Vukovar yang mengabadikan sejarah perjalanan Kota Vukovar. Saat perang masih berkecamuk di negara pecahan Yugoslavia tersebut, museum ini mengalami kerusakan parah dan baru dibuka kembali pada Januari 2015 lalu.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi salah satu pabrik obat-suplemen makanan yang ada di Vukovar yakni Yasenka. Pemilik perusahaan yang juga seorang Muslim, Radwan Joukhadar, berencana akan menanamkan investasi di Banda Aceh.

Pada Selasa 27 Oktober 2015, Wali Kota Illiza mengadakan pertemuan dengan Grand Mufti Kroasia, Prof Dr Aziz ef Hasanović, beserta jajaran pengurus Komunitas Muslim Kroasia (Meshihat) di Gedung Islamic Center, Kota Zagreb, Ibukota Kroasia.

Masih di dalam komplek Islamic Center, Illiza juga akan berkunjung ke Sekolah Islam (Gymnasium DR. Ahmeda Smajlovića) untuk berdialog dengan staf pengajar dan murid, serta melihat berbagai fasilitas yang ada di sekolah tersebut. [JUN]