Masjid di Banda Aceh akan Terkoneksi Internet

29 Oktober 2015

Masjid Ulee Lheu

Masjid Ulee Lheu


Banda Aceh – Setelah disapu tsunami 10 tahun silam, Banda Aceh bangkit dan menjelma menjadi kota cyber. Koneksi internet nirkabel (wifi) ada di mana-mana; di warung kopi, café, dan taman kota. Kini, masjid-masjid di kota ini juga akan dilengkapi fasilitas internet.

Sekda Kota Banda Aceh, Ir. Bahagia mengatakan, pemko sangat mendukung mewujudkan program Cyberisasi Masjid ini. “Sangat bagus untuk mengenalkan kepada pengurus masjid akan digitalisasi file dokumen kemasjidan serta memperkenalkan Masjid dan aktivitasnya kepada dunia luar melalui dunia maya,” katanya.

Hal itu disampaikan saat membuka sosialisasi Cyberisasi Masjid di Aula Lantai IV Gedung A Balaikota Banda Aceh, Rabu, 28 Oktober 2015. Kegiatan diselenggarakan Bagian Keistimewaan Setdakota Banda Aceh dengan Forum Silaturrahmi Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas).

Sekda berharapa, nantinya pengurus masjid di Banda Aceh dapat mengaplikasikan format komunikasi baik antar masjid maupun pengurus masjid dengan jamaah masjid maupun dengan masyarakat luar secara umum.

“Cyberisasi masjid bisa menjadi media dakwah dan penyebaran informasi. Melalui Cyberisasi masjid, Jamaah masjid dapat mengakses sejumlah informasi tentang masjid, baik dalam bentuk kegiatan maupun bentuk laporan keuangan jum’atan atau bahkan hal-hal lainnya yang dianggap perlu,” tambahnya.

Jamaah masjid nantinya bisa memanfaatkan teknologi internet untuk kepentingan dakwah, dan wadah memperkenalkan Islam kepada seluruh masyarakat dunia.

“Melalui program cyberisasi Majid ini, semoga akan semakin banyak orang yang aktif dan terlibat dengan aktivitas masjid sehingga masjid dapat kembali hidup dan menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat khususnya pemuda.”

Ketua panitia sosialisasi, Zahrol Fajri menambahkan, sebagai pilot project tahap pertama cyberisasi akan dilakukan pada 10 masjid di Banda Aceh. Selanjutnya, masjid-masjid lain juga akan dilengkapi dengan fasilitas internet secara bertahap

Sosialisasi cyberisasi masjid dihadiri 100 peserta dari Badan Kemakmuran Masjid (BKM), remaja masjid dan ormas Islam, bertujuan untuk memahamkan pentingnya cyberisasi masjid, tersusunnya database dakwah seperti profil dai, jadwal, materi dan keahlian, tersedianya website masing-masing masjid. “Sosialisasi ditujukan kepada pengurus dan remaja masjid. Training khusus kita tujukan kepada admin web dimana nantinya mereka yang akan mengisi konten masing-masing web masjid. Panitia juga melakukan pendampingan hingga tiga bulan,” katanya. [SM]