Indonesia Ditargetkan Jadi Kiblat Wisata Halal Dunia pada 2019

10 Oktober 2016

Foto: Humas Aceh

Foto: Humas Aceh


Bukan hal mustahil bagi Indonesia menjadi ‘kiblat’ untuk wisata halal dunia pada 2019. Hal ini karena Indonesia sudah memiliki syarat ‘3S’.

“Tekad Indonesia besar untuk menjadi destinasi wisata halal nomor satu dunia,” ujar Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya dalam acara Malam Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 di Kementerian Pariwisata RI, beberapa waktu lalu. Indonesia akan menjadi kiblat pariwisata halal dunia pada 2019 mendatang.

Arief menjelaskan, halal tourism menjadi fokus Indonesia karena memiliki syarat 3S, yakni size, sustainable, dan spread. Pasar pariwisata halal di dunia sangat besar. Kurang lebih terdapat 6,8 miliar penduduk dunia, 1,6 miliar di antaranya merupakan umat muslim. Sebanyak 60 persen penduduk muslim dunia merupakan orang dewasa berusia di bawah 30 tahun.

Menurut data terakhir Comcec Report hingga Februari 2016, pada 2014 ada sekitar 116 juta pergerakan halal traveler. Angka tersebut akan bertambah hingga 180 juta pada 2020 mendatang.

Indonesia dalam tiga tahun terakhir mengalami kenaikan untuk wisata halal, yakni sekitar 15,5 persen. Data terakhir Kemenpar menyebutkan, total pengeluaran wisatawan muslim dunia 2014 lalu mencapai 142 miliar dollar AS. Sementara pertumbuhan halal tourism mencapai 6,3 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia.

Kemudian keuntungan halal tourism juga cukup besar. Dilihat dari pengeluaran wisatawan mancanegara Arab Saudi yang rata-rata menghabiskan 1.750 dollar AS untuk satu kali kunjungan.

“Indonesia memiliki keragaman destinasi dan kekayaan budaya nusantara, ini menjadi modal bagi kita,” jelas Arief. Tingginya kesadaran masyarakat dan industri pariwisata nasional terhadap wisatawan muslim juga menjadi poin penting bagi Indonesia untuk unggul dari negara lain.

Dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi pada Desember mendatang, juga ‎akan menjadi ajang unjuk gigi bagi Indonesia di mata dunia. Kemenpar menjagokan Provinsi Aceh dan Sumatera Barat untuk meraih destinasi halal terbaik. Sementara ESQ Tours Travel Jakarta disiapkan untuk mewakili Indonesia dalam ajang tersebut. [Disbudpar Aceh]