Hias Kota, Banda Aceh Siapkan Aneka Atraksi HUT RI ke 70

Foto: Ahmad Ariska

Foto: Ahmad Ariska


Banda Aceh – Kota Banda Aceh kini berhias diri untuk menyemarakkan HUT Republik Indonesia ke 70 yang jatuh pada 17 Agustus 2015. Bendera dan umbul-umbul merah putih dipasang di berbagai titik. Aneka kegiatan memeriahkan hari kemerdekaan juga disiapkan.

Aura merah putih begitu terasa saat anda berada di kota ini. Di jembatan Pante Pirak misalnya, kiri kanannya dipenuhi bendera kebangsaan. Pemandangan ini terus terlihat hingga bundaran Simpang Lima. Tugu landmark Banda Aceh ini juga dikelilingi merah putih.

Bendera merah putih juga sudah dipacang di taman-taman kota seperti di Simpang Surabaya, Simpang Jam, Simpang Jambo Tape dan lainnya.

Pertokoan, rumah dinas pejabat, perkantoran, pendopo, museum juga tak luput dari hiasan umbul maupun bendera. Merah putih juga dipasang di jalan-jalan protokol seperti Jalan SA Mahmudsyah, Jalan Tgk Imum Lueng Bata, Jalan Teuku Nyak Arief dan lainnya.

Kondisi Aceh terutama Banda Aceh sendiri kini sangat aman dan kondusif. Aktivitas warga berjalan lancar, wisatawan domestik maupun mancanegara sangat leluasa menikmati panoranama dan destinasi kota. Wisatawan juga akan berkesempatan menyaksikan berbagai atraksi kegiatan yang akan digelar untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia.

Menurut Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Kolonel Machfud, ada banyak kegiatan yang akan digelar di Banda Aceh. Selain upacara memperingati detik-detik proklamasi pada 17 Agustus nanti di Lapangan Blang Padang, juga akan disuguhkan drama pahlawan nasional Teuku Umar. Berikutnya ada karnaval budaya atau kirap pembangunan. ”Ada permainan rakyat, perlombaan antar sekolah, cerdas cermat, ada pengobatan massal juga nanti di Banda Aceh,” katanya, Selasa, 4 Agustus 2015.

Saat ini seluruh Aceh sudah dikibarkan bendera merah putih, termasuk di pulau-pulau terluar. Pada 14 Agustus nanti, TNI akan mengibarkan merah putih di titik nol kilometer Indonesia di Pulau Weh, Sabang.

Selain hari kemerdekaan, pada pertengahan bulan ini Aceh juga memperingati momentum 10 tahun penandatanganan kesepakatan (MoU) damai antara Pemerintah Indonesia dan gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Kedua pihak sepakat damai di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2015, atau delapan bulan setelah Aceh dihempas tsunami. Damai ini menghentikan konflik yang berlangsung 30 tahun. Jika anda ke Banda Aceh pertengahan bulan, lihatlah antusiasme rakyat Aceh memperingati sedekeda damai. [SM]