FSF 2015: Keumamah Jadi Primadona Anjungan Banda Aceh

4 Juni 2015

Foto: Humas Banda Aceh

Foto: Humas Banda Aceh

Sabang – Eungkot Keumamah dan Nugget menjadi primadona anjungan Kota Banda Aceh di Festival Sabang Fair (FSF) 2015. Memasuki hari kedua pagelaran FSF, kedua produk olahan ikan tersebut laris manis diborong para pengunjung.

Keumamah kemasan produksi UD Bawal Gampong Lampulo dan Nugget Ikan Tenggiri bermerek Sun Flower asal Gampoh Lampoh Daya tersebut, merupakan produk home industry di bawah binaan Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Banda Aceh.

Sri Wahyuni, Ketua UD Bawal menuturkan, hingga Selasa malam 2 Juni 2015, Keumamah kemasan isi 100 dan 250 gram sudah terjual sekira 50 kotak. “Bahkan Keumamah masak (siap makan) yang hanya kami bawa 30 wadah sudah ludes terjual. Besok rencananya akan kita bawa lagi dari Banda Aceh,” katanya.

Untuk kemasan isi 100 gram, makanan khas Aceh produksi UD Bawal yang beranggotakan tujuh orang itu dibanderol seharga Rp 15 ribu. Sementara Keumamah kemasan siap masak seberat 250 gram dihargai Rp 40 ribu.
Menurut Sri, bahan baku utama pembuatan Keumamah ini adalah ikan Tuna segar hasil tangkapan nelayan yang ia beli di TPI Lampulo, Banda Aceh. “Setiap bulannya kami memproduksi sekitar 50 Kg Keumamah dengan omzet rata-rata Rp 12,5 juta, tergantung harga ikan di pasar.”

Keumamah cap “Kapal di Atas Rumah” tersebut, ia pasarkan hampir di seluruh toko souvenir yang ada di Banda Aceh. Ada juga dikirim ke Kota Langsa dan Lhokseumawe.

Sri menambahkan, pihaknya merasa sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan oleh DKPP Banda Aceh kepada UD Bawal dan kelompok usaha lainnya baik berupa bantuan dana, penyediaan kemasan, pelatihan dan seminar.
Ke depan ia berharap agar pemerintah bisa terus memberikan perhatian lebih kepada UD Bawal dan kelompok usaha lainnya di desanya. “Yang paling penting sekarang kami masih terkendala soal promosi dan pemasaran.”

Selain Keumamah, saat ini UD Bawal juga memproduksi Dendeng dan Kerupuk Ikan kemasan. “Kalau bisa kami juga dilatih pembuatan produk olahan ikan lainnya,” ujarnya.

Berkah FSF 2015 juga dirasakan Faradilla Santi selaku owner CV Sun Flowers dengan produk andalannya Nugget Ikan Tenggiri. “Alhamdulillah sudah laku terjual 30 kemasan bang. Yang kemasan isi 500 gram ini kita jual Rp 25 ribu,” katanya.

Selain Nugget rasa ikan, perusahaan yang beralamat di Gampong Lampoh Daya ini juga memproduksi Nugget ayam, Sosis dan Kacang Telur dengan empat varian rasa yakni ikan, keju, rumput laut dan original.

Produk kreasi terbaru Sun Flowers adalah Coklat rasa ikan. Per kemasan isi delapan butir ia jual seharga Rp 30 ribu. “Rasanya maknyus dan dijamin tidak amis,” katanya kepada seorang pengunjung yang penasaran.

Untuk pemasaran, lanjutnya, masih di seputaran Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang. “Kami juga berharap kepada pemerintah untuk membantu perluasan lokasi pemasaran dan promosi Nugget ikan ini hingga ke luar daerah bahkan luar negeri,” harap Santi. [Jun]