Diskusi Hamzah Fanshuri di Museum Aceh

Pameran Foto Dokumen PDIA di Museum Aceh, 4 Agustus 2015| Foto: AW

Pameran Foto Dokumen PDIA di Museum Aceh, 4 Agustus 2015| Foto: AW


Banda Aceh- Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) menggelar diskusi publik dengan tentang ulama dan penyair ternama, Hamzah Fansuri, di komplek Museum Aceh, Banda Aceh, Senin, 31 Agustus 2015.

Diskusi bertajuk “Hamzah Fanshuri dan Konsep Wahdatul Wujud dalam Lintasan Sejarah Aceh” diisi Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad PhD, Antropog Aceh yang juga penulis buku Wahdatul Wujud dan Acehnologi. Moderatornya Quddus Husein.

“Hamzah Fanshuri merupakan seorang Ulama yang berjasa dalam sumbangsih pemikirannya bagi khazanah keilmuan di Aceh, Dunia Melayu dan Islam, sekaligus ikut berperan besar dalam perkembangan kesusateraan melayu,” ujar Direktur PDIA, Zunaimar, Minggu, 30 Agustus 2015.

Karya-karya Hamzah Fanshuri telah banyak diteliti oleh ilmuwan dalam dan luar negeri. Mereka turut memuji sosok ulama Aceh tersebut dan sumbangsihnya bagi keimuwan Islam, Aceh dan Dunia Melayu.

Untuk itu Zunaimar berharap, dengan terselenggaranya acara ini maka PDIA dapat berkontribusi bagi menghidupkan kembali khazanah keilmuan terkait sejarah Aceh dan perdaban Islam.

“Generasi sekarang perlu disampaikan tentang sejarah dan perkembangan ilmu pengetahuan di masa lalu yang ditoreh oleh tokoh Aceh di masa lalu, sehinga dapat menjadi acuan dan panduan bagi menata Aceh yang lebih baik di masa depan. Kita berharap generasi muda dapat berperan aktif dalam kegiatan ini,” kata Zunaimar. [SM]