Disbudpar Banda Aceh Latih Seratusan Awak Becak Wisata

30 Juli 2015

Foto: Humas Banda Aceh

Foto: Humas Banda Aceh


Banda Aceh – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh melatih seratusan tukang becak, untuk meningkatkan pelayanan transportasi wisata. Becak merupakan transportasi yang banyak diminati turis saat berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Aceh.

Workshop Peningkatan Pelayanan Transportasi Wisata ini diikuti penarik becak dari berbagai komunitas. Acara digelar di Aula Lantai II Gedung C, Balai Kota Banda Aceh, berlangsung dua hari hingga Kamis 30 Juli 2015.

Kepala Disbudpar Banda Aceh, Fadhil ikut hadir bersama Asisten Keistimewaan, Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banda Aceh, Gusmeri, saat workshop ini dibuka, Rabu, 29 Juli 2015.

“Tujuan utamanya, kami ingin memberikan pemahaman lebih terkait adat istiadat dan budaya Aceh kepada para abang becak, mengingat becak merupakan ujung tombak pelayanan wisatawan di kota kita khususnya bagi wisatawan dari mancanegara,” kata Ketua Panitia, Zainal Arifin.

Workshop ini juga bertujuan memberikan pemahaman keamanan berkendara atau safety riding bagi para abang becak saat membawa wisatawan.

“Pemateri dalam workshop kami undang dari pihak Disbudpar, Dishubkominfo, Ketua MAA Banda Aceh dan pelaku usaha pariwisata yang bersentuhan langsung dengan transportasi wisata khususnya becak,” sebutnya.

Lokakarya ini dibuka Gusmeri mewaliki Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal. Dia mengapreasiasi para tukang becak yang kini menjadi penyedia jasa transportasi favorit bagi wisatawan dari luar negeri.

“Mereka senang naik becak, karena bisa mengantar mereka kemana saja. Namun ingat, berlakukan tarif sewajarnya sesuai ketentuan. Pemulia jamee adat geutanyoe (memuliakan tamu adat kita-red), ini amanah indatu kita harus selalu kita pegang teguh,” sebutnya.

Selain lokakarya, pelatihan ini juga menjadi ajang silaturrahmi antara komunitas becak dengan pemerintah kota. Disbudpar Banda Aceh juga ikut mendata jumlah tukang becak agar lebih mudah menjalin komunikasi terutama terkait layanan transportasi bagi wistawasan. [SM]