Di Seminar City Branding, Illiza Sampaikan Tiga Saran

12 Mei 2015

pameran foto 2
Cengkareng – Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, Senin (11/5/2015) mengikuti seminar sehari dengan tema city branding, menjual destinasi pariwisata daerah ke pasar dunia.

Seminar ini diselenggarakan oleh Pasific Asia Travel Association (PATA) atau Asosiasi Regional untuk Pengembangan Pariwisata Asia Pasifik, wilayah Indonesia Chapter bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan pihak Garuda Indonesia. Seminar diselenggarakan di Auditorium Garuda Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Kesempatan ini dimanfaatkan Illiza untuk menyampaikan saran kepada pihak Kementerian Pariwisata dan Garuda Indonesia. Illiza meminta setiap penerbangan ke Aceh agar pramugari menggunakan hijab bagi yang beragama Islam karena menyesuaikan dengan kondisi Aceh yang menerapkan syariat Islam.

Kemudian Illiza menyarankan agar menjadikan Bandara Sultan Iskandar Muda sebagai lokasi transit untuk memajukan perekonomian daerah dan memperkenalkan daerah Aceh dan Banda Aceh ke luar.

Saran yang ketiga, Illiza meminta agar memprioritaskan pengembangan wisata Islami dalam program pemerintah pusat sehingga mampu memajukan kota Banda Aceh yang kegiatan masyarakatnya kental dengan nuansa keislaman sebagai icon wisata Islami dunia. “Kami juga telah membentuk BASAJAN (Banda Aceh, Sabang dan Jantho), kerjasama tiga daerah dalam rangka mempercepat perkembangan pariwisata. Kami berharap Kementerian mau mendorong keberadaan BASAJAN ini,” kata Illiza.

Selain itu, dalam seminar yang diikuti oleh 300 kepala daerah di seluruh Indonesia ini, Illiza juga meminta agar sejarah keberadaan penjajahan Belanda di Aceh dapat direplikakan dan dibuatkan digitalisasi terhadap sejarah-sejarah yang ada sehingga dapat menjadi nilai jual pariwisata edukasi bagi turis domestik dan mancanegara.

Sementara itu, CEO PATA Indonesia Chapter, Purnomo Siswoprasetijo menjelaskan bahwa penyelenggaraan seminar city branding ini membahas perkembangan dunia pariwisata Indonesia, khususnya penerapan strategi city branding pada beragam destinasi pariwisata di Indonesia.

City branding, lanjutnya adalah strategi yang dilakukan negara ataupun daerah untuk membuat positioning yang kuat dalam target pasar layaknya positioning produk atau jasa. Dengan demikian negara atau daerah dapat dikenal secara luas. [AW|Ril]