Buku Potret Sejarah Banda Aceh Diluncurkan

4 Oktober 206

Potret Sejarah Banda Aceh

Potret Sejarah Banda Aceh


Banda Aceh – Wartawan senior sekaligus tokoh masyarakat kota Banda Aceh, Haji Harun Keuchik Leumik meluncurkan buku “Potret Sejarah Banda Aceh” di Aula Balai Kota, Senin 3 Oktober 2016. Buku ini setebal 248 halaman berisikan foto-foto kota Banda Aceh yang ia jepret sejak tahun 1950.

Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengapresiasi pengarang dan penerbit yang telah melahirkan buku Potret Sejarah Banda Aceh, buku ini sangat penting untuk merawat sejarah dan menambah pengetahuan para generasi untuk mengetahui bagaimana masa lalu kota ini. “Pak Harun Keuchik Leumik merupakan sosok sangat luar biasa. Untuk merawat sejarah, seharusnya buku seperti ini dibuat oleh pemerintah, namun beliau telah melahirkan buku ini dengan suka rela tanpa meminta uang sedikitpun,” ujar Illiza.

Menurut Illiza, Harun Keuchik Leumik adalah sosok yang sangat berjasa di segala bidang. Tidak hanya relijius dan dermawan, Harun Keuchik Leumik juga membantu pemerintah kota dalam menyelesaikan masalah pembebasan tanah untuk pembangunan jalan.

Dengan terbitnya buku ini, lanjutnya, mengingatkan Pemerintah untuk terus merawat sejarah. Saat ini Pemko Banda Aceh sedang merencanakan pembangunan museum digital yang akan memuat segala benda bersejarah yang terkait dengan kota ini. “Kita telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Belanda, Turki, dan berbagai Negara terkait untuk memulangkan benda-benda bersejarah kota ini. Kita juga telah membentuk tim khusus yang akan melacak peningggalan-peninggalan bersejarah terkait kota ini,” imbuhnya.

Sementara itu Harun Keuchik Leumik dalam sambutannya mengatakan keinginan untuk membukukan kumpulan foto-fotonya sudah sejak lama dan kali ini baru terwujud. Kecintaannya pada dunia fotografi sudah dimulai sejak tahun 1950 dengan modal kamera pinjaman. Baru pada tahun 1957 ia mempunyai kamera sendiri yang dibeli orang tuanya sepulang dari haji.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tarmilin Usman juga mengapresiasi Harun Keuchik Leumik. Ia mengibaratkannya seperti pustaka berjalan karena keluasan ilmu yang dimiliki dan telah mengarang banyak buku. “Padahal beliau tidak memperoleh uang yang banyak dari sini. Ini harus dicontoh oleh generasi Banda Aceh,” ujar Tarmilin.

Dalam kesempatan ini Harun Keuchik Leumik membagikan buku karyanya kepada Walikota Banda Aceh, perwakilan media, polisi, TNI, dan perwakilan keuchik. [AW|Ril]