Belajar Budaya dan Sejarah, Siswa Gorontalo ke Banda Aceh

9 Agustus 2016

Foto: klikkabar

Foto: klikkabar


Banda Aceh – Puluhan siswa berprestasi asal Provinsi Gorontalo tiba di Banda Aceh. Kedatangan para siswa ini untuk mengenal lebih jauh budaya dan sejarah tentang Aceh. Sedangkan sebanyak 22 siswa berprestasi asal Aceh juga diberangkatkan ke Gorontalo untuk melakukan kegiatan yang sama.

Pertukaran pelajar ini dilakukan untuk mengikuti program pertukaran budaya yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN dan digelar di seluruh Indonesia. Mereka akan berada di Aceh sampai14 Agustus mendatang.

Kepala Operasional Bandara SIM mewakili Angkasapura II Banda Aceh, Sukarni mengatakan, para siswa berada di Aceh selama sepekan dan akan mengunjungi sejumlah tempat bersejarah dan wisata. “Ini merupakan kegiatan mengenal nusantara yang digagas dalam program BUMN untuk Negeri, dan sejumlah siswa berprestasi akan dibawa berkeliling nusantara,” jelasnya Senin 8 Agustus 2016.

Dalam kunjungannya ke Sekretariat Daerah Aceh para siswa ini mendengar penjelasan tentang sejumlah keistimewaan di Aceh. Yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan dan SDM, Helvizar Ibrahim. Mulai dari masa penjajahan, sebelum Indonesia merdeka hingga konflik dan tsunami. Begitu mendengar tentang pesawat RI pertama merupakan sumbangan masyarakat Aceh, para siswa tersebut terpana.

Termasuk bagaimana dahsyatnya tsunami yang melanda Aceh, Desember 2004 silam. Kemudian, konflik Aceh yang sempat membuat trauma masyarakat Aceh, terutama anak-anak.

“Pada awal kemerdekaan RI, satu-satunya radio yang menyebar luaskan ke seluruh negeri dan dunia hanya ada dari Aceh. Saat itu RRI di Jakarta sudah dikuasai penjajah. Dan Radio itu namanya Rimba Raya,” jelas Helvizar.

Mendengar sejarah ini para siswa terkesima, mereka mengaku belum pernah mendengarkan sejarah Aceh yang sebenarnya. “ Ini adalah pelajaran berharga bagi kami,” sebut seorang siswa.

Didampingi oleh dua orang guru, para siswa ini akan mengunjungi sejumlah tempat bersejarah, tempat wisata dan menikmati kuliner khas Aceh di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kota Sabang. [Yayan]