Banda Aceh Bakal Jadi Singgahan Kapal Pesiar

19 Agustus 2016

Foto: Humas Banda Aceh

Foto: Humas Banda Aceh


Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal menerima kunjungan tim Security Islamic Cruise Singapore di Ruang Rapat Walikota, Balikota, Kamis sore 18 Agustus 2016. Pertemuan ini membicarakan tentang kemungkinan menjadikan Banda Aceh sebagai tempat persinggahan kapal pesiar.

Nahkoda kapal pesiar Islamic Cruise Singapore, Kapten Fong, berterima kasih kepada Wali Kota Banda Aceh yang telah menyambut mereka. Ia menjelaskan tujuannya berkunjung ke Banda Aceh untuk meninjau kelayakan Pelabuhan Ulee Lheu dan Pelabuhan  Malahayati sebagai tempat persinggahan kapal pesiar. Sebelumnya ia telah berdiskusi dengan pihak Pemerintah Kota Sabang.

“Kami ingin memajukan industri kapal pesiar dan memajukan pariwisata di kota ini, karena Banda Aceh menjadi tujuan favorit terutama wisatawan dari Malaysia,” ujarnya.

Dia mengusulkan Pelabuhan Ulee Lheue agar dijadikan sebagai Internasional Port yang tentunya bisa berlabuh kapal pesiar dan hal ini akan berdampak pada kemajuan paiwisata dan ekonomi kota ini.

Kapten Fong mengatakan Kapal pesiar berukuran sangat besar dan sanggup menampung 2.400 penumpang. Sementara itu pelabuhan Ulee Lheue belum bisa menjadi tempat berlabuh kapal pesiar karena kedalaman laut di pelabuhan tersebut sangat dangkal. “Untuk bisa merapatnya kapal pesiar, kedalaman laut di pelabuhan minimal 10 meter.”

Karenanya dia menyarankan kalau Pemerintah kota Banda Aceh ingin menyulapnya sebagai pelabuhan Internasional Port yang bisa berlabuh kapal pesiar, maka lautnya harus digali lagi hingga bisa berlabuh kapal pesiar.

Kata Fong, kapal pesiar lebih diminati wisatawan dari pada menggunakan pesawat terbang. Saat ini di Aceh hanya Sabang yang bisa berlabuh kapal pesiar, padahal Banda Aceh lebih difavoritkan untuk tujuan wisata Islami.

Menanggapi hal tersebut, Illiza menyambut positif usulan dan tawaran dari tim Security Islamic Cruise tersebut, apalagi Banda Aceh merupakan wilayah strategis di Indonesia dan mempunyai banyak potensi untuk dijadikan objek wisata Islami.

“Intinya saya sangat mendukung karena ingin menjadikan Banda Aceh ini menjadi lebih maju. Apalagi kita punya potensi sangat tinggi untuk tujuan wisatawan apalagi untuk tujuan wisata Islam dan sejarah.”

Banda Aceh tidak terlalu luas dan mampu dijangkau keseluruhan dengan waktu singkat. Hal ini sangat cocok untuk wisatawan kapal pesiar yang biasanya hanya singgah sebentar saja.
 
Illiza mengatakan akan membicarakan penanganan pelabuhan tersebut dengan Pemerintah Aceh dan Pusat. Ia juga mengatakan pembangunan pelabuhan menjadi Internasional Port ini membutuhkan pihak ketiga, yaitu investor. Illiza berjanji akan membicarakan hal ini dengan pihak-pihak terkait dalam waktu dekat. [AW|HFZ]