Banda Aceh akan Operasikan 32 Bus Kota full AC

22 Mei 2015

Tugu Simpang Lima | Foto: Ahmad Ariska

Tugu Simpang Lima | Foto: Ahmad Ariska


Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus membangun fasilitas transportasi publik, untuk memberikan pelayanan dan kemudahan maksimal bagi warga. Bahkan mulai tahun depan pemko akan mengoperasikan 32 unit bus, untuk layanan transportasi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal saat kunjungan tim penilai Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Kementerian perhubungan Republik Indonesia di Balai Kota Banda Aceh, Jumat, 22 Mei 2015. “Intinya kita ingin fasilitas transportasi ini bisa dinikmati oleh warga (terutama) menengah ke bawah dengan nyaman dan aman,” ujar Illiza.

Ketersedian transportasi umum di Banda Aceh kini masih dilayani oleh mobil penumpang modifikasi (labi-labi) dan becak motor. Mulai tahun depan, pemko akan mengoperasikan 32 unit Bus yang akan melayani 6 koridor di Banda Aceh. ”32 unit bus ini dilengkapi dengan AC, pastinya nyaman. Untuk ketertiban lalu-lintas, bus ini akan didukung 17 halte yang akan kita bangun, seperti halte Busway di sejumlah kota-kota lain di Indonesia,” tambah Illiza.

Selain itu, Illiza juga mengungkapkan pengoperasional angkutan massal ini tidak akan menemui kendala karena hampir seluruh ruas jalan di Banda Aceh dalam kondisi yang sangat bagus. Ditambah lagi jalan-jalan sudah didukung trotoar untuk pejalan kaki dan akses bagi penyandang cacat.

“Meski ada sejumlah kelemahan-kelemahan, intinya kita berupaya membenahi transportasi dan tertib lau-lintas di kota Madani ini. Target kita bukan untuk meraih penghargaan atau piala, karena tujuan kita sebenarnya adalah untuk memberikan pelayanan terbaik dalam rangka memanusiakan manusia,” tukas Illiza.

Sebagaimana diketahui, sejak diselenggarakan enam tahun yang lalu, penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan ini, Kota Banda Aceh telah meraih tiga piala WTN berturut-turut, yakni dari 2012 hingga 2014.
Sedangkan tahun 2009 sampai 2011, Banda Aceh meraih plakat. Dan sejauh ini, untuk Provinsi Aceh, prestasi ini hanya diraih Banda Aceh, sedangkan 22 kabupaten/Kota lainnya belum berhasil meraihnya.

Ketua tim penilai WTN yang datang ke Banda Aceh Karlo Manik, pihaknya akan menilai transportasi, fasilitas jalan dan rambu, parkir, hingga akses fasilitas jalan untuk penyandang cacat di Kota Banda Aceh.

Kata Karlo, hasil penilaian ini nanti akan disampaikan ke Jakarta untuk kemudian diputuskan oleh tim apakah layak mendapatkan piala WTN tahun 2015. “2013 saya sudah pernah ke Banda Aceh, dan saya lihat kota ini sudah berkembang dari sisi fasilitas transportasi, seperti jalan, halte, terminal hingga fasilitas traffic light yang lumayan modern dilengkapi dengan CCTV dan pengeras suara untuk sosialisasi disejumlah persimpangan,” ungkap Karlo.

Namun kata Karlo, ada beberapa hal yang harus dibenahi Banda Aceh terkait transportasi dan lalu-lintas dimana pertumbuhan kenderaan setiap tahunnya bertambah 10 hingga 12 persen setiap tahunnya.

“Tidak mungkin Pemerintah membangun ruas jalan baru terus menerus. Saya pikir solusi yang tepat adalah transportasi massal. Ini solusi paling efektif, sekarang bagaimana kita bisa mendorong warga mau menggunakannya,” ujar Karlo.

Caranya, Pemerintah harus menyediakan transportasi massal yang nyaman dan aman sehingga warga mau menggunakannya dan meninggalkan kenderaan pribadi mereka dimana dengan kalkulasi transportasi massal jauh lebih murah dari sisi ekonomi. [SM]