Aceh Documentery Gelar Bioskop di Tapaktuan

11 September 2015

Foto: Aceh Documentary

Foto: Aceh Documentary


Tapaktuan – Aceh Documentery menggelar pemutaran film di Tapaktuan, Aceh Selatan, Rabu 9 September 2015. Gelar bioskop yang difasilitasi oleh Politeknik Aceh Selatan mendapat respon positif dari masyarakat, terbukti dengan membludaknya penonton yang hadir di aula Politeknik Aceh Selatan. Para penonton terdiri dari pelajar, mahasiswa dan umum.

Direktur Politeknik Aceh selatan Dr. Mumammad Ilham Maulana dalam sambutannya mengharakan, dengan adanya pemutaran ini akan memberikan motifasi bagi pelajar dan mahasiswa untuk dapat terus berkarya. “Kita harapkan ke depannya akan terus lahir film yang akan mengharumkan nama daerah, sebagaimana film “corridor harapan satwa liar” yang memperlihatkan kepedulian masyarakat Trumon terhadap alam,” ungkap Muhammad Ilham.

Diakhir sesi pemutaran film, para penonton berhak memilih salah satu dari 5 film yang mereka sukai melalui sistem vote. “Kami membagikan vote kepada para penonton, agar mereka dapat memilih film yang mereka sukai”, ujar Alviat selaku ketua panitia.

Adapun kelima Film yang diputar adalah:
1. “TOET (Inspired Figure of Gayo’s Culture), Sutradara Hardiansyah Putra & Zuli Aris Setiyanto, Aceh Tengah
2. “Harga Untuk Relawan” Sutradara T. Nasharul Julianda & Dinda Maulidia, Aceh Besar
3. “Benteng (Adat) Laut di Ujung Kuta Raja” Sutradara Teniro & Andri Saputra, Aceh Besar
4. “Corridor Harapan Satwa Liar” Sutradara Alfiat & Jazuli, Aceh Selatan
5. “Biasa tapi Luar Biasa” Sutradara Rahmat Setiawan & Agussalim, Bireun

[AW|Ril]