5 Film Karya Anak Muda Aceh akan Diproduksi

5 Mei 2015

Dok ADC

Dok ADC


Banda Aceh – Aceh Documentary Competition (ADC) akan memproduksi lima film dokumenter hasil buah pikir anak muda Aceh. Ide ini dijaring dalam ajang kompetisi film dokumenter ADC.

“Ini merupakan serangkaian tahapan dalam seleksi menuju 5 besar ide cerita terbaik dari berbagai wilayah di Aceh untuk diproduksi,” kata Fuad Rizqi, kordinator program ADC, Selasa, 5 Mei 2015.

Dalam tahapan “Present Forum” di Aula Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Banda Aceh, akhir pekan lalu, panitia mengumumkan lima besar karya ide cerita terbaik untuk.di filmkan.

Sebelumnya melaui tema “For You Aceh” Aceh Documentary telah melakukan road show ke 10 perguruan tinggi di Aceh dan penerimaan ide cerita, hingga akhirnya terpilih 20 orang yang tergabung dalam 10 team.

Selanjutnya ide cerita film yang telah mereka riset di daerang masing-masing dipresentasikan keunikan dan kelayakannya di depan dewan juri, dan juri akhirnya memilih 5 ide cerita terbaik yang akan difasilitasi oleh Aceh Documentary dari proses shooting hingga editing.

Lima ide film tersebut mengangkat berbagai isu unik di sekitar mereka, mulai dari isu sosial, budaya dan ekonomi. “Semua ide yang telah kami terima memiliki sudut pandang yang menarik,” sebut Fuad.

Berikut nama-nama finalis dan 5 judul film yang akan diproduksi:
1. BIASA TAPI LUAR BIASA Rahmat Setiawan & Agus Salim (Bireuen)
2. HARGA UNTUK RELAWAN Nasharul Julianda & Dinda Maulidia (Aceh Besar)
3. TO’ET (INSPIRED FIGURE OF GAYO’S CULTURE) Hardiansya Putra & Zuli Aris Setiyanto (Aceh Tengah)
4. TWC HARAPAN SATWA LIAR Alfiat & Jazuli (Aceh Selatan)
5. BENTENG ADAT (LAUT) DI UJUNG KUTARAJA Teniro & Andri Saputra (B. Aceh)
Sementara Dewan Juri dalam “Present Forum terdiri dari Ishak Iskandar (Film Maker), Ahok Nugroho (Film Maker), Despriani Yayan Zamzami (praktisi Media), dan Azhari Ayi Meugit (Maneger program ADC).
Para finalis akan menjalani proses In-House Training selama 8 hari bersama Tutor Profesional Film, sebelum mereka kembali kedaerah untuk melakukan produksi. [SM]