TDF3 2016 Ajang Unjuk Kreatifitas Seniman

22 Oktober 2016

Foto: Yayan

Foto: Yayan


Banda Aceh – Bagi masyarakat Aceh asam sunti bukanlah hal yang asing. Tapi bagaimana menghasilkan asam sunti mungkin masih belum diketahui secara luas, terutama oleh generasi muda.

Proses membuat asam sunti ini dilakonkan dalam sebuah tarian aceh kreasi baru berjudul “asam sunti”. Dilakonkan dengan energik dan kocak, tarian asam sunti mendapat tepukan riuh dari penonton.

Tari asam sunti ini adalah satu dari 13 tari Aceh kreasi baru yang diperlombakan dalam Tanglong Dance Fetival 3 (TDF3) tahun 2016.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid program dan pelaporan, Dedi Fahrian, seni tari adalah media komunikasi antara seniman dan masyarakat, dimana para seniman bisa mencurahkan segala idenya dalam sebuah tarian.

“Seni juga merupakan aset bagi perekonomian aceh. Dimana dengan mengenalkan budaya akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Aceh,” ujar Dedi Fahrian, saat membuka TDF3 2016, di Taman Budaya Aceh, Jumat malam 21 Oktober 2016.

Ajang TDF3 diharapkan juga menjadi ajang ekspresi kreatifitas para seniman khusunya seni tari, dan diharapkan dari ajang ini melahirkan bibit baru pekerja seni yang handal dan profesional.

Ajang TDF3 ini diikuti oleh 13 sangar seni dari sejumlah kabupaten kota diantaranya Banda Aceh, Aceh utara dan Kota Langsa.

Selain asam sunti, tarian yang juga ikut dalam konpetisi ini diantaranya, Pang Ulee Nanggroe, Uteun, Razam dan Pasukan Hanyom Mano. [Yayan]