Syeikh Mesir Isi Tausiyah di Masjid ‘Oman’

28 Juni 2016

Seminar & Dakwah Cinta Al-Qur'an Sejak Dini

Seminar & Dakwah Cinta Al-Qur’an Sejak Dini


Banda Aceh – Syeikh Kamil El-Laboudy menyampaikan tausiah di Masjid Al-Makmur Lampriet menjelang shalat Asar, Senin 27 Juni 2016. Di hadapan jamaah, beliau menceritakan bagaimana kiat-kiat mendidik anak agar menjadi Shalih dan hafal Alquran. Dalam kesempatan ini ikut serta istrinya Rasya, kedua putranya Tabarak dan Yazid, serta putrinya Zeina.

Syeikh Kamil El-Laboudy mengatakan kiat untuk menjadikan anak shaleh adalah dengan proses Tarbiyah, yaitu pendidikan. Mulai dari kecil anak harus diterapkan proses tarbiyah ini.

Ia menceritakan bagaimana ibunda Rasullullah, Siti Aminah, mengirimkan Muhammad ke sebuah kampung untuk disusui oleh Sakdiyah. Bukan hanya disusui, Muhammad tumbuh dan dididik beberpa waktu di kampung tersebut. “Dalam hal ini Aminah sengaja mengirim Muhammad ke sebuah pelosok desa dimana suasana sosial masih kuat, lingkungan dan pergaulan yang masih terjaga, juga di sana bahasa Arab yang dipakai masih asli,” ujar syeikh.

Ia juga mengatakan Imam Syafi`i juga melewati proses tarbiyah hampir serupa dengan Rasulullah. Imam mazhab ini juga dititipkan kepada seseorang yang baik untuk ditempa pendidkannya hingga kelak Syafi`i menjadi seorang ulama besa dan terkenal.

Syeikh menyayangkan kebiasaan ibu hamil saat ini yang suka pergi ke pasar, ini secara tidak langsung akan berdampak buruk bagi anak. Seharusnya, lanjut Syeikh Kamil, ibu hamil itu harus sering mengunjungi tempat-tempat yang baik dan membaca ayat-ayat Alquran. “Saat mengandung anak pertama, Tabarak, istri dan saya sendiri belum menghafal 30 juz Alquran. Namun saat itu kami sama-sama menyelesaikan hafalan,” ungkap Syeikh Kamil.

Di akhir tausiahnya, Syeikh Kamil El-Laboudy berpesan kepada jamaah bahwa jika ingin suatu saat didoakan kebaikan oleh anak, maka sejak dini didiklah ia dengan pendidikan yang baik hingga ia menjadi anak saleh dan hafal Alquran. [AW|HFZ]