Pekan Inovasi Nasional di Banda Aceh Berlangsung Meriah

Menteri Dalam Negeri menabuh Rapa'i Pasee saat membuka Pekan Inovasi Nasional | Foto: Ahmad Ariska

Menteri Dalam Negeri menabuh Rapa’i Pasee saat membuka Pekan Inovasi Nasional | Foto: Ahmad Ariska


Banda Aceh – Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan Nasional dan Pameran Teknologi Tepat Guna Nasional resmi dimulai di Banda Aceh. Kegiatan diikuti perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia berlangsung di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, 7 hingga 12 Oktober 2015.

Pekan inovasi menampilkan pameran pembangunan di antaranya produk-produk teknologi hasil inovasi anak negeri, kerajinan industri kreatif serta potensi investasi. Ratusan stand berdiri di komplek stadion menyuguhkan aneka produk dan keunikan.

Acara ini dibuka langsung Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo yang ditandai dengan penabuhan rapa’i pasee, Kamis, 8 Oktober 2015. Hadir dalam seremoni pembukaan sejumlah pejabat Kemendagri, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, unsur Forkopimda Aceh, dan sejumlah pejabat daerah.

Seremoni pembukaan berlangsung meriah. Diawali dengan lantunan ayat suci Alquran dan dilanjutkan dengan shalawat badar, khas pembukaan acara-acara resmi di Aceh.

Seremoni ditutup dengan penampilan tarian kolosal Geurangsang Aceh, kolaborasi beberapa tarian tradisional seperti Ranup Lampuan, Seudati, Rapa’i Geleng, dan Tarek Pukat yang dibawakan ratusan penari.Ribuan warga termasuk tamu dari seluruh nusantara hadir dalam kegiatan ini.

Mendagri dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan berskala nasional yang dipusatkan di Aceh. Menurutnya kegiatan ini penting untuk melihat inovasi perkembangan daerah maupun desa-desa di Indonesia. “Ini harus ditingkatkan,” katanya.

Mendagri juga memuji pembangunan Aceh yang pesat paskatsunami dan berakhirnya konflik. Dia berkisah pada tahun 90-an sempat berkendara dari Medan, Sumatera Utara menuju Banda Aceh bersama almarhum Ibrahim Hasan, Gubernur Aceh kala itu. Keduanya melintasi jalur pantai barat selatan. “Jalannya sangat jelek,” ujarnya.

Namun kondisi itu berubah sekarang. Jalan-jalan yang ada sudah semakin mulus. Begitu juga di Banda Aceh. “Pembangunan dilakukan Pemerintah Aceh sudah sangat berhasil,” tukas Tjahjo.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah berharap pekan inovasi ini bisa memperkuat persaudaraan, membangun kebersamaan, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling mendukung demi membangun Indonesia yang makmur dan sejahtera.

“Tentu saja ini menjadi kebanggaan bagi Aceh sebagai tuan rumah, karena bisa menyatukan dua kegiatan ini dalam sebuah event kolosal yang mendapat dukungan dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Even ini tidak hanya menampilkan pameran di bidang inovasi teknologi dan pembangunan, tapi juga tersedia forum dialog bisnis, diskusi, seminar dan kegiatan ilmiah lainnya.

“Memberi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan berbagi pengetahuan, sehingga inovasi teknologi ini dapat diterapkan guna mendukung pergerakan ekonomi masyarakat desa.” [SM]