Pameran Produk Unggulan Aceh di Subulussalam

3 November 2015

Foto: Humas Pemerintah Aceh

Foto: Humas Pemerintah Aceh


Subulussalam – Pembukaan Pameran Produk Unggulan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) se-Aceh di Lapangan Sada Kata Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Senin 2 November 2015 berlangsung meriah. Ratusan masyarakat juga memadati arena panggung utama pameran itu untuk menyaksikan berbagai hiburan yang ditampilkan.

Pameran yang dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranas Aceh itu secara remi dibuka oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah. Diikuti 23 Kabupaten/Kota di Aceh. Pameran yang menghadirkan beragam Produk Kerajinan dan Makanan Tradisional Unggulan Aceh ini akan berlangsung hingga Rabu 4 November mendatang.

Rombongan Gubernur Zaini Abdullah, sekira pukul 10.00 WIB tiba di lokasi pameran. Kedatangan orang nomor satu di Aceh ini, yang didampingi Ketua Dekranasda Aceh, Hj Niazah A Hamid, Ketua Harian Dekaranasda Aceh, Hj. Marlina Usman, Walikota Subulussalam, Merah Sakti, Bupati Aceh Singkil Safriadi, disambut dengan tarian Dampeng, yakni tari khas andalan daerah berjuluk “Sada Kata” itu.

Tarian Dampeng ini, telah menjadi kesenian ‘wajib’ yang diperagakan pada momen pesta perkawinan dan sunat rasul secara adat. Tarian Dampeng juga merupakan tarian untuk menyambut tamu besar (raja), yang di iringi dengan alat-alat musik dan alunan lagu syair berbahasa Singkil.

Gubernur Zaini Abdullah, dalam sambutannya menegaskan, siap memberikan dukungan penuh kepada Dekranasda Aceh dalam mengembangkan berbagai usaha kerajinan, termasuk dalam memperkuat promosi.

Menurut Gubernur, hasil kerajinan Aceh sangat berpotensi dalam peningkatan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat gampong. Selain sisi ekonomi, kerajinan rakyat juga sarat dengan nilai-nilai budaya. “Mengembangkan kerajinan rakyat berarti kita juga telah berjasa mempertahankan identitas dan budaya daerah,” ujar Doto Zaini, sapaan akrab Gubernur Aceh.

Zaini Abdullah juga mengatakan, dengan terbukanya produk pasar (akses) bagi hasil kerajinan Aceh, otomatis penggunaan sumber bahan baku lokal juga akan lebih meningkat. “Situasi ini akan menghadirkan efek ‘bola salju’ yang mengundang bangkitnya aktivitas ekonomi pendukungnya,” ungkapnya.

“Lapangan kerja juga akan terbuka luas. Kondisi ini bisa menekan tingkat pengangguran dan memacu kreativitas masyarakat,” imbuh Gubernur, sembari mengajak Dekranasda Aceh untuk menyusun program kerja yang terintegrasi dengan Pemerintah Aceh.

Doto Zaini juga menyeru unsur yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPM Aceh, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Pendidikan, untuk bersinergi guna mendukung program tersebut.

“Untuk kontinyuitas produk, perhatikan dan jaga kelestarian sumber bahan bakunya, gali motif khas daerah kita, sampaikan informasi terkini soal pasar kepada pengrajin dan bantu pemasaran produk-produk mereka agar produk tersebut dikenal di pasar global,” pungkas mantan juru runding GAM itu. [Ril]