Nikmati Aneka Racikan Kopi di Banda Aceh Coffee festival

8 November 2015

Festival Kopi 2015 | Foto: Ahmad Ariska

Festival Kopi 2015 | Foto: Ahmad Ariska


Banda Aceh – Festival Kopi Banda Aceh 2015 di Taman Sari sedang berlangsung. Pengunjung dapat menikmati beragam racikan kopi di 50 stand serta aneka kuliner khas Aceh dalam event tahunan Pemerintah Kota Banda Aceh yang akan berlangsung hingga Minggu malam, 8 November 2015.

Banda Aceh Coffee Festival digelar Pemko melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Banda Aceh ini, bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata dan investasi terutama terkait kopi Aceh ke dunia.

Ini tahun kelima pagelaran festival kopi. Kali ini mengambil tema “The Soul of Arabica” dengan menghadirkan para peracik, pengusaha, petani, peneliti, dan penikmat kopi Aceh yang dirangkai dengan Festival Kopi dan Teh Nusantara.

Festival resmi dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Hesti Reko Hastuti, di Taman Sari, Jumat malam, 6 November 2015.

Pembukaan ditandai dengan penumbukan biji kopi menggunakan lesung secara bersama-sama oleh Hesti Reko Hastuti, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Wakil Wali Kota Zainal Arifin, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Fahlevi, Ketua DPRK Banda Aceh Arief Fadillah, dan sejumlah pejabat lainnya. Ikut dimeriahkan dengan ragam atraksi seni, budaya dan hiburan bertema kopi.

Hesti mengatakan selain wisata religi, tak dapat dipungkiri potensi kuliner Aceh termasuk kopi sangat luar biasa. “Sebagian besar ekspor kopi dari Indonesia ke luar negeri berasal dari Aceh,” katanya.

Pihaknya juga sangat menghargai komitmen Pemko Banda Aceh dalam mempromosikan kopi Aceh ke dunia internasional. “Untuk itu, kami akan mendukung penuh pelaksanaan Banda Aceh International Coffee Festival pada tahun depan,” sebut Hesti.

Plt Kepala Disbudpar Banda Aceh, Drs. Rizha MM mengatakan, festival ini
lebih menekankan pada promosi kopi arabika Aceh. “Event ini untuk mempromosikan kopi arabica yang saat ini sedang booming di Banda Aceh, maupun kopi Aceh pada umumnya hingga ke dunia internasional.”

Wali Kota Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE dalam sambutannya mengharapkan dukungan dari Kemenpar RI untuk menjadikan Banda Aceh Coffee Festival sebagai sebuah event berskala internasional pada tahun depan.

Aceh, kata Illiza, terus berusaha bangkit untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Melalui event-event besar yang rutin digelar, diharapkan stigma negatif terhadap Aceh pun sirna. “Kita harapkan dukungan dari pihak kementerian pariwisata untuk menggelar festival kopi berskala internasional di Banda Aceh pada tahun depan.”

Menurutnya, Aceh cukup dikenal dengan kopinya, khususnya Arabika. “Kopi Robusta juga ada di Aceh, namun berbeda dengan Kopi Arabica yang teksturnya lebih kecil, dan aman bagi lambung,” kata Illiza.

“Kota Banda Aceh sendiri dikenal sebagai kota seribu warung kopi, dan peminatnya juga luar biasa. Tentu ini bisa menarik minat wisatawan untuk datang. Mudah-mudahan, ajang ini juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.” [SM]