Museum Aceh akan Direvitalisasi dan Diperkaya Koleksi

Rumoh Aceh di komplek Museum Aceh | Foto: Ahmad Ariska

Rumoh Aceh di komplek Museum Aceh | Foto: Ahmad Ariska


Banda Aceh – Pemerintah Aceh siap merevitalisasi Museum Aceh dan memperkaya koleksinya, agar destinasi serta gudang ilmu pengatahuan ini semakin menarik dikunjungi.

“Kita perlu melakukan revitalisasi museum Aceh demi terwujudnya museum yang dinamis, dan berdayaguna sesuai standar ideal pengelolaan dan pemanfaatan museum,” kata Gubernur Aceh dalam pidatonya yang dibacakan Asisten III Setda Aceh, Muzakar A Gani saat membuka pameran 100 tahun Museum Aceh, Kamis, 30 Juli 2015.

“Pelayanan kepada pengunjung juga perlu ditingkatkan agar segala informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan mudah dan lengkap,” sambungnya.

Menurutnya benda bersejarah juga perlu diperkaya lagi di museum berlokasi di Jalan SA Mahmudsyah, Kota Banda Aceh ini. “Baik dalam hal koleksi, konservasi, preparasi serta informasi, sehingga museum ini memiliki koleksi di setiap peradaban.”

Sumber daya pengelola Museum Aceh juga sesuai tuntutan zaman. Di sisi lain dia mengajak masyarakat mencintai dan berkunjung ke museum. Untuk meningkatkan wawasan terhadap sejarah Aceh dan sejarah nasional. Dia berharap Museum Aceh bisa tampil lebih prima, meningkatkan daya tarik masyarakat untuk belajar sejarah dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh.

Sebelumnya dia menguraikan sejarah Aceh yang panjang diwarnai berbagai peristiwa penting sejak era pra Islam, melahirkan berbagai tradisi, kebudayaan dan peradaban ilmu pengetahuan. Perjalanan sejarah itu juga meninggalkan berbagai jejak budaya dalam berbagai bentuk, yang bisa dijadikan sarana pembelajaran dan daya tarik pariwisata.

“Semua itu adalah bagian tak terpisahkan dari peradaban Aceh yang wajib kita jaga dan lestarikan. Peran museum sebagai pengawal harus didukung sehingga identitas bangsa tetap terjaga,” katanya. [SM]