Masyarakat Sadar Wisata Dilatih

Foto: Humas Banda Aceh

Foto: Humas Banda Aceh


Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal membuka secara resmi Workshop Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sadar Wisata yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh.

Mengambil tempat di Aula Lantai II, Gedung C, Balai Kota Banda Aceh, kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari Kelompok Sadar Wisata empat desa yakni, Gampong Ulee Lheue, Lampulo, Punge Blang Cut dan Gampong Pande.

Kadisbudpar Banda Aceh, Fadhil mengatakan kelompok sadar wisata ini diisi oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda keempat gampong tersebut. Adapun tema workshop yang digelar selama dua hari ni yakni “Melalui Workshop Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sadar Wisata, Bersama Kita Wujudkan Banda Aceh Sebagai World Islamic Tourism”.

“Tujuan kita ingin memberikan pemahaman kepada peserta soal pencanangan Banda Aceh sebagai world Islamic tourism. Juga memberikan pemahamam pentingnya kepariwisataan untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Workshop dibahani oleh lain Kadisperindagkop dan UKM Rizal Junaedi serta Kadisbudpar Banda Aceh Fadhil. Ada pula pemateri dari pihak Dinas Kebudayaan Aceh dan Akademisi.

Usai melakukan penyematan badge secara simbolis kepada perwakilan peserta, Wali Kota Illiza dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Kelompok Sadar Wisata di sejumlah desa di Banda Aceh. “Bukan pemerintah saja yang harus berjuang agar kota kita semakin ramai dikunjungi wisatawan, masyarakatnya juga harus mengambil peran,” kata Illiza.

Wali kota mengharapkan agar sarana pendukung di sekitar objek wisata diperhatikan dengan baik, seperti toko-toko souvenir maupun kunjungan wisatawan ke sentra-sentra produksi kerajinan. “Banyak potensi yang bisa kita angkat, mulai dari wot dodoi, asam keueng hingga kerajinan bordir. Kita upayakan wisatawan bisa datang langsung melihat proses produksinya, belajar maupun membeli karya masyarakat kita,” kata Illiza. [AW|Ril]