Launching Aceh International Rapa’i Festival

Launching-Aceh-Rapai-International-Festival-2016-e1469875145444
Banda Aceh – Dengan kekayaan alam, pesona budaya daerah, keunikan
sejarah, Aceh terus melakukan berbagai upaya pengembangan dan promosi pariwisata. Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam usaha mempromosikan keistimewaan yang dimiliki Aceh tersebut. Salah satunya dengan menyelenggarakan Aceh International Rapa’i Festival yang digelar pada 26-30 Agustus mendatang.

“Kegiatan Aceh International Rapa’i Festival menjadi satu media promosi untuk Aceh. Kegiatan ini diharapkan mendukung Aceh sebagai salah satu
daerah unggulan tujuan wisata di kawasan paling barat Republik Indonesia,” kata Reza Fahlevi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Reza Fahlevi dalam siaran pers, jelang launching, Kamis 4 Agustus 2016.

Launching di Jakarta bertempat di Balairung Sapta Pesona Gedung Kementerian Pariwisata yang dipimpin langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

Menurut Reza, melalui kegiatan ini wisatawan yang berkunjung diharapkan merasakan suasana tradisi orang Aceh dalam mengenal rapa’i yang notabene merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik secara filosofis maupun kultural.

Dalam kegiatan ini nantinya, suguhan full alat musik tradisional perkusi
Aceh berupa rapa’i, seperti rapa’i Pasee, rapa’i Daboih, rapa’i Geurimpheng, rapa’i Pulot, dan rapa’i Geleng akan menyemarakkan suasana. Peserta dari Aceh akan menampilkan Rapa’i Uroh Deng Pasee, Rapai Uroh Duk, Rapai Grimpheng, Rapai Geleng, Perkusi Gendang Melayu Tamiang, Seni nandong Simeulu, dan ragam seni tradisi lainnya.

Selain itu akan ditampilkan pula alat musik perkusi etnik dari provinsi lain dan juga dari mancanegara yang pastinya akan menjadi tontonan menarik.

“Peserta yang sudah memastikan diri China, Thailand, Malaysia, Jepang,
dan Iran. Dari dalam negeri kita kedatangan tamu dari Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Makassar, dan Surabaya,” tambah Reza.

Kegiatan ini nantinya juga akan mengadakan seminar dan coaching clinic yang dipandu langsung oleh musisi dan perkusian ternama di antaranya
Gilang Ramadhan, Steve Thornton, dan Daood Debu.

Pemerintah Aceh mengharapkan dengan kegiatan ini mampu menghidupkan aura Aceh. Kesan religius yang selama ini melekat hendaknya semakin mantap agar ke depan Aceh menjadi daerah tujuan wisata halal yang benar-benar bebas dari pengaruh budaya asing.
Tentunya dukungan semua pihak dengan menjaga dan melestarikan seni budaya Aceh hal ini bisa dicapai.

“Untuk itu, beberapa komponen utama perlu menjadi perhatian dalam
rangka menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam dan budaya Aceh secara tepat sasaran baik kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. [AW]