Banda Aceh Tuan Rumah Forum Zakat Dunia

9 - 10 Juni 2015

Konferensi tentang zakat di Banda Aceh, Agustus 2014 | Foto: Adi W

Konferensi tentang zakat di Banda Aceh, Agustus 2014 | Foto: Adi W

Banda Aceh – Kota Banda Aceh akan menjadi tuan rumah Forum Zakat Dunia atau World Zakat Forum (WZF). Sedikitnya 150 perwakilan lembaga zakat dari 16 negara akan hadir dalam kegiatan pada 9-10 Juni 2015.

Acara juga akan diisi dengan seminar internasional bertajuk “Membangun Standar Internasional Manajemen Zakat” menghadirkan pemateri pakar-pakar zakat dunia.

Sekjen World Zakat Forum, Dr Ahmad Juwaini mengatakan, tahun lalu kegiatan ini digelar di New York, Amerika Serikat. “Pada pagelaran tahun ini di Banda Aceh, kami berharap dapat dimanfaatkan dan dihadiri oleh tokoh zakat di Indonesia maupun Aceh,” katanya.

Seminar rencananya digelar di Hotel Hermes Palace dan dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Agama RI. Diharapkan menjadi landasan bagi lahirnyasebuah standar manajemen zakat yang akan meningkatkan performa pengelolaan zakat sedunia.

“Tahun ini kami berharap gagasan standar zakat internasional akan membolasalju dan dipakai di seluruh dunia. WZF akan terus berupaya meningkatkan dampak pengelolaan zakat dalam upaya pengentasan kemiskinan dunia,” kata Ahmad yang juga menjabat sebagai Presdir Dompet Dhuafa.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE menyatakan mendukung penuh seminar ini guna pengelolaan zakat yang lebih baik ke depan dan sebagai bagian dari program pariwisata islami yang digagasnya.

Ia mengungkapkan, rencana awal seminar ini akan diadakan di Bali. “Namun setelah kita mendeklarasikan Banda Aceh sebagai world islamic tourism, WZF pun tertarik untuk mengadakannya di kota kita.”

Potensi penerimaan zakat di Banda Aceh mencapai Rp 58 miliar per tahunnya. “Sementara untuk tingkat Provinsi Aceh, potensinya mencapai Rp 2 triliun. Namun kita baru mampu merealisasikannya sebesar Rp 134 miliar,” kata Illiza.

“Jika kita mampu melaksanakan syariat islam secara kaffah termasuk soal pengelolaan zakat secara baik, insyaallah tidak ada orang yang hidupnya susah, kecuali jika orang tersebut memang malas,” tutup Illiza.

Arifin Purwakananta selaku Sekretaris Eksekutif WZF, menambahkan, pihaknya berharap minimal 120 perwakilan lemabaga zakat dari 10 negara dan nasional akan hadir pada event ini.

Kami juga mengundang pembicara dari wakil-wakil lembaga dan pemerhati zakat dari lima benua. Sampai dengan hari ini yang sudah confirm hadir perwakilan dari India, Bosnia, Afrika Selatan dan Malaysia,” kata dia.

Selain itu, kata Arifin, seminar ini terbuka bagi semua pegiat zakat maupun peserta umum untuk ikut serta. “Bagi yang berminat dapat menghubungi sekretariat WZF di nomor telepon 08118779844 atau email worldzakatforum@gmail.com,” pungkasnya.

Hadir pula pada rapat persiapan seminar intenasional ini antara lain, Asisten II Setda Aceh Azhari SE, Kadisbudpar Aceh Drs Reza Fahlevi MSi, Perwakilan Kepala Baitul Mal Aceh, Sekdako Banda Aceh Ir Bahagia Dipl SE beserta sejumlah Asisten, Kabag serta Kepala SKPD terkait dan awak media. [SM]