“American Film Showcase” di Balai Kota Banda Aceh

American Film Showcase | Foto: Humas Banda Aceh

American Film Showcase | Foto: Humas Banda Aceh


Banda Aceh – Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera yang berkedudukan di Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar kegiatan pertukaran budaya Amerika-Indonesia bertajuk “American Film Showcase”.

Acara yang dikemas dengan workshop dan diskusi film “On Beauty” karya Joanna Rudnick ini berlangsung di Aula Lantai IV, Balai Kota Banda Aceh, Senin 1 Februari 2016. Pesertanya terdiri para mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Aceh Young Movie Makers.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera Y Robert Ewing beserta stafnya Racma Jaurinata, Sutradara Film ”On Beauty” Joanna Rudnick, dan Asisten Administrasi Umum Setdako Banda Aceh M Nurdin.

Mengawali sambutannya, Zainal Arifin menyatakan sangat menyambut baik kegiatan pertukaran budaya ini yang merupakan kesempatan bagi pihaknya, khususnya kaum muda di Banda Aceh untuk dapat memperluas wawasan dan pemahaman budaya dunia.

Menurutnya, kerja sama dalam bidang pertukaran budaya Amerika dan Indonesia bukanlah hal yang baru bagi Pemko Banda Aceh. “Kami menyadari ragam budaya dan nilai-nilai positif yang kita miliki dalam masyarakat kita seharusnya menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan dunia yang lebih baik.”

“Kita menyadari bahwa Indonesia dan Amerika memiliki budaya yang berbeda, dan hanya dengan komunikasi dan kerja sama yang baik kita dapat saling mengerti dan memahami nilai-nilai baik yang kita junjung sehingga tercapai rasa saling menghargai dan menghormati,” katanya.

Kegiatan pertukaran budaya melalui workshop film, sambungnya, merupakan salah satu bentuk upaya yang patut didukung untuk dapat memperkaya wawasan akan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat yang berbeda.

“Mudah-mudahan pemahaman kita akan nilai-nilai budaya, baik budaya kita sendiri maupun budaya asing akan semakin meningkat dan dapat memberikan pembelajaran terbaik bagi diri kita dan bagi masyarakat kita pada umumnya,” kata pria yang akrab dengan sapaan Keuchik Zainal ini.

Film “On Beauty”, ungkap Zainal, berkisah mengenai upaya untuk mempengaruhi pola pikir masyarakat yang masih menganggap kelompok penyandang disabilitas sebagai orang-orang terpinggir dan tidak memiliki sumber daya. “Joanna ingin mengangkat semua masyarakat pada dasarnya memilik potensi positif.”

“Di Indonesia sendiri bisa kita lihat indikator pengaruh film saat Pilpres lalu. Film paling ampuh mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku masyarakat. Ini dapat pula digunakan oleh pemuda Aceh khususnya Banda Aceh dalam melestarikan budaya lokal, dimana film dapat menjadi salah satu sarana efektif,” pungkasnya.

“On Beauty” -film berdurasi 30 menit ini menceritakan kampanye mantan fotografer fashion Rick Guidotti’s untuk mengubah cara masyarakat melihat keindahan dalam sudut yang berbeda. Dalam film ini, sang sutradara Joanna yang bergelar master Lingkungan Sains dan Teknologi, NewYork University, mengupas kisah-kisah tiga wanita dengan sindrom genetik yang tinggal di Afrika, New York, dan Timur Tengah. [AW|JUN]