Wajib, Cicipi 10 Top Kuliner ini Selama Ramadhan di Banda Aceh

Harus tunggu bulan Ramadhan selanjutnya jika tak mencoba tahun ini. Baiknya sekarang aja.

By Rahmat Aulia

Ketika Asar berlalu, lapak-lapak dagangan bermunculan di kedua sisi sepanjang jalan T P Nyak Makam. Pedagang lelaki maupun perempuan, menggelar gerobak, etalase, meja, hingga memarkir mobil sport yang dibuat semacam foodtruck.

Sekilas kemudian. Warga dari berbagai sudut Kota Banda Aceh berduyun-duyun mampir. Bagai koloni semut kerubungi gula. Sambil ngabuburit sambil mencari menu-menu favorit.

Saya pun ikut hunting makanan—yang beberapa di antaranya—langka dijumpai di selain bulan Ramadhan.

“Jika ingin mencicipi kuliner khas Aceh, datanglah di bulan Ramadan ke Banda Aceh,” kata saya kepada kawan dari luar, “kamu akan menemukan surganya kuliner Aceh.”

Berikut 10 top kuliner khas Aceh yang tak boleh kamu lewatkan selama Ramadhan di Banda Aceh.

 

Sie Ruboh


Aroma cuka aren menjadi penanda khas Sie Ruboh (daging rebus). Menu ini berbahan baku daging sapi atau kerbau. Dipotong-potong kecil lalu dibumbui dengan berbagai rempah-rempah. Dimasak dalam kuali tanah.

Kuliner ini biasanya hadir saat memasuki meugang menjelang bulan Ramadhan atau Hari Raya. Uniknya, Sie Reuboh bertahan hingga sebulan. Takkan basi. Bahkan, semakin lama, citarasanya semakin enak.

Rekomendasi: Menu Sahur

 

Leumang

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on


Beras ketan dibalut daun pisang lalu dibakar dalam potongan bambu. Disebut leumang. Biasanya dibakar hingga berjam-jam hingga menghasilkan rasa yang lezat, gurih, dan krenyes.

Leumang pun mulai hadir saat memasuki meugang menjelang bulan Ramadhan atau Hari Raya. Enak dimakan saat berbuka puasa, dengan gula aren, gula pasir, atau sebagai durian. Kamu akan menemui penjual leumang sepanjang bulan Ramadhan.

Rekomendasi: Menu Berbuka

 

Kanji Rumbi


Rempah-rempah langsung tercium ketika melewati lapak dagang atau masjid yang tengah memasak ie bu (kanji rumbi) ini. Ia semacam bubur nasi yang dicampur dengan ragam jenis rempah.

Ada Ie Bu Peudah yang menggunakan 44 jenis rempah sebagi bumbunya. Ini biasa dijumpai di desa-desa pedalaman. Tapi umumnya yang dijajakan pedagang, hanya menggunakan beberapa rempah saja. Namun enaknya tak jauh beda. Apalagi jika diberikan potongan daging udang atau ayam. Cocok untuk menu berbuka.

Rekomendasi: Menu Berbuka

 

Sambai Peugaga

A post shared by Rubama (@rubama_1708) on


Sambal ini hanya ada di bulan Ramadhan. Bahan utamanya daun pegagan. Sambai Peugaga, namanya. Dimix dengan daun jeruk perut, daun delima, daun pucuk mangga, dan daun kedondong. Kesemuanya dicincang halus.

Komposisi dedaunan itu dilumuri kelapa gonseng yang sudah dicampur dengan irisan bawang merah, cabai merah, cabai rawit, akar serai, bulu kala, dan sedikit asam sunti. Enak dimakan dengan nasi putih. Nyammy.

Rekomendasi: Menu Berbuka & Sahur

 

Mie Caluek


Ini salah satu varian dari Mie Aceh. Dibuat dengan mi tepung atau mi lidi, dicampur dengan bihun. Khasnya, mi ini dibubuhi kacang merah rebus, kerupuk merah, tempe, dan jengkol, plus sambal kacang.

Cara penyajiannya pun unik. Ia dijual dalam porsi kecil. Hanya dibungkus. Tak ada makan di tempat seperti mi aceh pada umumnya. Kisaran harga mulai Rp 1000 – Rp 5000.

Rekomendasi: Menu Berbuka

 

Timun Suri

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on


Boh Timon Gapu, disebut juga Boh Timon Khie, oleh masyarakat Aceh. Timun suri ini sangat cocok untuk menyegarkan kerongkongan. Dagingnya lembut dan halus bagai kembang gula. Enak dimakan setelah dikocok dengan gula. Ditambah sedikit es. Bisa pula diberikan sirup atau jadi menu sup buah dan puding. Khasiatnya untuk kesehatan juga banyak, seperti menyehatkan mata, melancarkan pencernaan, dan bagus untuk ginjal.

Rekomendasi: Menu Berbuka

 

Kue Adee

A post shared by Dila (@jengkelinih) on


Bikang khas Aceh ini memiliki dua rasa utama, singkong atau tepung terigu. Ia dicampur dengan telur, santan, vanili, gula pasir, garam. Sebelum dipanggang, bikang yang sudah dibentuk ditaburi bawang goreng. Inilah yang khas. Aromanya cukup kuat.

Di luar bulan Ramadhan, Kue Adee dijadikan oleh-oleh karena ia bisa tahan sampai 4 hari.

Rekomendasi: Menu Berbuka

 

Ayam Tangkap


Ayam Tangkap merupakan potongan daging ayam kampung goreng bertabur rempah-rempah. Ia disajikan dengan komposisi daun kari, pandan, dan bawang goreng, sehingga menghasilkan aroma yang kuat dan citarasa yang gurih.

Rekomendasi: Menu Berbuka & Sahur

 

Kuah Beulangong


Populer dengan Kuah Beulangong, ada juga di beberapa daerah Aceh menyebut Gulee Sie Kameng. Komposisi utamanya daging kambing dan potongan buah nangka muda atau pisang kepok.

Dibumbui dengan ragam rempah seperti u neulheue (kelapa parut gongseng), kayu manis, cabai merah, cabai kering, cabai rawit, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar gongseng, kemiri, dan lengkuas; semuanya digiling. Mudah ditemui saat ada kenduri, selain di warung makan.

Rekomendasi: Menu Berbuka & Sahur

 

Kopi Sanger


Makan boleh apa saja. Kopi jangan lupa. Kopi ini diracik dengan komposisi kopi hitam dicampur sedikit gula dan sedikit susu hingga menghasilkan warna kecokelatan. Tersedia dua varian utama cita rasa Kopi Sanger, yaitu Kopi Sanger (Robusta) dan Sanger Espresso (Arabika). Kamu hanya akan menemuinya di warung kopi; tidak di pedagang kaki lima.

Rekomendasi: Menu Berbuka & Coffee Time.

Tentu, ada banyak kuliner khas Aceh lainnya yang mungkin harus kamu telusuri juga.[]

Foto Cover: Sambai Peugaga, by Mustawazir