Kuliner Banda Aceh
Timphan

“Tiphan ada?” Daus menanyakan kepada pelayan salah satu warung kopi di Beurawe, Banda Aceh, awal Agustus lalu. Pelayan mengiyakan. Sejenak kemudian Timphan tersaji di atas meja.

Daus, kelahiran Aceh yang baru kembali dari Jawa rindu Timphan. “Itu salah satu makanan yang saya sukai. Di Jawa tidak ada,” ujarnya.

Kue Timphan khas Aceh. Menu itu selalu menjadi hidangan wajib di rumah-rumah saat lebaran atau hari raya. Di warung-warung kopi, makanan ini kemudian menjadi menu yang selalu tersedia.

Kue itu berbentuk pipih lonjong dengan berbungkus daun pisang muda, seukuran dua atau tiga kali ukuran jari orang dewasa. Timphan lembek dengan bahan utama tepung dan pisang serta isi dalamnya kelapa plus gula ataupun srikaya. Isi dalamnya tergantung selera.

Srikaya dibuat dari telur, santan, tepung terigu, gula dan nangka cincang halus. Bahan ini perlu dimasak terlebih dahulu sebelum menjadi bagian dalam timphan.

Cara membuat timphan, awalnya tepung ketan dan pisang dihaluskan dengan santan kelapa. Sebagian bahan kenyal itu kemudian ditaruh di atas daun pisang yang telah diolesi minyak goreng, lalu ditipiskan. Di bagian tengah diisi kelapa parut plus gula atau srikaya. Lalu, digulung dan dibungkus daun pisang. Selanjutnya dikukus sampai matang. Timphan siap saji, enak dimakan saat masih hangat. [AW]