Bersyukurlah Karena Kamu Bisa Melihat 5 Bukti Keajaiban Tsunami ini

Sayang sekali kalau sudah berkunjung ke Banda Aceh tapi tak sempat melihat langsung objek-objek peninggalan tsunami 2004 ini.

by Rahmat Aulia

Tsunami yang meluluhlantakkan Aceh pada 26 Desember 2004 telah meninggalkan luka yang amat dalam. Ada banyak kisah heroik para korban yang membuat kita terharu dan kadang takjub ketika mendengarkannya. Kisah-kisah yang terkadang sulit diterima logika namun benar adanya.

Di balik kisah tersebut, tsunami juga menyisakan bekas fisik seperti bangunan dan kapal yang terbawa gelombang. Berikut ini 5 objek wisata peninggalan tsunami di Aceh yang patut dikunjungi saat berada di Banda Aceh.

 

Masjid Rahmatullah Lampuuk

A post shared by dami alqoidah (@miqdama) on

Tidak berselang lama setelah tsunami menerjang Aceh, media nasional dan internasional mulai berdatangan ke Aceh. Kedatangan awak media ini untuk meliput dan nantinya mengabarkan kepada dunia tentang kondisi Aceh pascatsunami.

Dalam sebuah tayangan TV nasional yang merekam Aceh pascatsunami via udara, saya tersentak ketika menyaksikan satu mesjid tersisa di antara bangunan lainnya yang sudah rata dengan tanah. Masjid yang tetap berdiri kokoh walau hanya berjarak 500 meter dari laut itu adalah Masjid Rahmatullah yang terletak di Gampong Lampuuk, Kec. Lhoknga, Aceh Besar.

Saat ini, masjid Rahmatullah menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi turis untuk membuktikan langsung bagaimana dahsyatnya musibah tsunami pada 2004 silam.

 

Kapal di Atas Rumah

Ketika tsunami melanda Aceh, saya mempunyai seorang teman yang keluarganya turut menjadi satu dari ratusan ribu korban tsunami.

Pada saat terjadi tsunami, ibu beserta kakak perempuannya sedang berada di kawasan Lampulo yang hanya sepelemparan batu dengan laut. Tak dinyana, ketika tsunami melanda, keduanya hilang bersama gelombang tsunami.

Ketika mendengar kisahnya ada haru yang begitu dalam karena sang teman harus kehilangan dua permata dalam satu waktu.

Lampulo memang menjadi salah satu daerah yang cukup parah dihempas tsunami. Dengan jarak Lampulo yang sangat dekat membuat kawasan ini porak-poranda pada 2004 silam.

Salah satu bukti dahsyatnya dampak tsunami adalah tersangkutnya sebuah kapal di atas rumah warga. Kapal kayu yang berhasil menyelamatkan 59 jiwa ini teronggok bagaikan ada yang dengan sengaja meletakkannya.

 

Kubah Masjid Al Tsunami

A post shared by Rinaldi Ad (@rinaldiad) on

Kubah masjid yang terletak di Gampong Gurah, Peukan Bada, Aceh Besar ini memiliki berat 80 ton. Sebelumnya, kubah ini merupakan kubah masjid jamik (agung) di Gampong Lamteungoh, Peukan Bada.

Ketika tsunami, kubah ini dibawa gelombang hingga terdampar di Gampong Gurah yang jaraknya lebih kurang 2,5 kilometer dari Gampong Lamteungoh. Ia kini menjadi incaran turis asing dan dikenal dengan nama Masjid Al Tsunami.

 

Kapal PLTD Apung

Bicara tentang dampak dari tsunami seakan tiada habisnya. Keajaiban tsunami 2004 dapat dilihat dari keberadaan kapal PLTD Apung di Gampong Punge Blang Cut.

Kapal generator listrik milik PLN (Perusahaan Listrik Negara) ini dulunya berada di laut Ulee Lheue. Saat tsunami, kapal seberat 2600 ton ini terbawa bersama gelombang. Hingga teronggok di tengah perkampungan.

Di Kapal PLTD Apung sekarang, kamu bisa merasakan bagaimana dahsyatnya dampak peristiwa gempa dan tsunami, dengan mengunjungi museum kecil dan sejumlah objek menarik lain di dalam kompleksnya.

 

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue

A post shared by Firman Ji’i (@firman_ji_i) on

Di pinggir Pantai Ulee Lheue, maha kuasa Allah, sebuah masjid kecil tak goyah oleh gelombang tsunami. Masjid itu kokoh hingga kini dan menjadi salah satu ikon peninggalan tsunami 2004 paling hits.

Kamu dapat melihat keajaiban tsunami di museum kecil dalam komplek masjid itu.[]

Foto Cover by Mustawazir