Budaya

Tradisi Meugang Sambut Idul Adha

  • Meugangiduladha-5
  • Meugangiduladha-4
  • Penjual daging Meugang di pasar Peunayong, Banda Aceh. Foto: Ahmad Ariska
  • Meugangiduladha-2
  • Meugangiduladha-1
  • Photos: Ahmad Ariska
Next
  • Meugangiduladha-5
  • Meugangiduladha-4
  • Penjual daging Meugang di pasar Peunayong, Banda Aceh. Foto: Ahmad Ariska
  • Meugangiduladha-2
  • Meugangiduladha-1
  • Photos: Ahmad Ariska
Previous
Foto: Ahmad Ariska

Meugang di Aceh tak hanya dikenal saat menyambut Ramadhan dan Idul Fitri. Saat menyambut Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 12 September 2016, warga juga menjalankan tradisi meugang.

Pasar daging dadakan pun bermunculan di pasar-pasar, diserbu warga untuk membeli daging guna menjaga tradisi tersebut. Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid mengatakan bagi masyarakat Aceh, meugang tanpa membeli daging belum lengkap. Meski harga melonjak drastis saat meugang, lapak penjual daging tetap dikerumuni pembeli. Orang kaya biasanya membeli daging dalam jumlah banyak, kemudian membagikan kepada anak yatim atau tetangganya yang miskin.

Menurutnya, meugang menjadi tradisi sejak dahulu kala, sebagai kebiasaan makan daging bersama keluarga atau kelompok masyarakat. “Untuk menyambut ramadan maupun hari raya dengan sukacita,” ujarnya.

Foto di atas adalah suasana pasar yang menjual daging meugang di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu 10 September 2016. [AW | Foto: Ahmad Ariska]