Budaya

Ramadan, Bubur Kanji Masjid Beurawe

Next
Previous
Foto: Ahmad Ariska

Banda Aceh – Saban Ramadan, panitia Masjid Al-Furqan, Gampong Beurawe, Banda Aceh, selalu menyiapkan kanji rumbi untuk berbuka. Tradisi turun-temurun masyarakat setempat masih bertahan hingga kini. Tak terkecuali Ramadan tahun ini.

Pada Selasa 20 Juni 2016, para peracik bubur khas tersebut masih beraktivitas seperti biasa. Sejak siang mereka menyiapkan bubur dalam dua belanga besar, bergaris tengah satu meter lebih. Bahan utamanya adalah beras bermutu baik. Beras dimasak sampai menjadi bubur, lalu dimasukkan bersamaan sayur-sayuran serta bumbu rempah-rempah yang sudah digiling sebagai bumbu utama. Ada kentang, wortel, kunyit, jahe, bawang, daun sop, santan kelapa, daun pandan, serai, daun pandan dan banyak lainnya.

Aneka daun tak dimasukkan sekalian, sebagian dimasukkan saat sedang diaduk menunggu matang. Butuh waktu dua jam untuk membuat masakan khas Aceh itu siap saji.

Kanji rumbi tak sekadar makanan berbuka. Tetapi merupakan makanan multi khasiat yang ampuh sebagai obat masuk angin dan maag. Maklum, bumbunya seperti jahe, daun serai, kunyit dan lainnya merupakan resep obat sejak dulu kala.

Setelah dua jam lebih dimasak, kanji rumbi siap dihidangkan dalam mangkuk kecil sebagai menu utama buka puasa di Mesjid Al-Furqan. Untuk yang berbuka di rumah, kanji rumbi diambil ke masjid oleh warga dengan wadah yang dibawa dari rumah. [AW|AA]