Budaya

Kupi Khop, Sensasi Unik Minum Kopi di Aceh

  • Foto: Yayan
Next
  • Foto: Yayan
Previous

Banda Aceh – Minum kopi dengan sajian dalam gelas (walau aneka bentuk) adalah mainstream. Coba minum kopi yang satu ini. Disajikan dengan gelas telungkup, bahkan ada sedotannya pula.

Ya, ini adalah sajian kopi dengan gelas terbalik, bisa diminum sambil mengangkat piringnya, bisa juga diminum dengan sedotan, caranya ditiup terlebih dahulu sehingga cairan kopi merembes keluar gelas.
Kopi dengan sajian ini dikenal dnegan nama Kupi Khop, atau dalam bahasa Indonesia-nya berarti Kopi Tertelungkup.

Sajian Kupi Khop sebenarnya dikenal di kawasan Desa Ujung Kareung Kabupaten Aceh Barat. Tapi sayang, kebiasaan meminum kupi khop di sana mulia pudar, dengan merebaknya sajian aneka kopi dengan proses sajian yang lebih modern.

Tapi, sajian kupi khop ini menjadi sensasi tersendiri cara meminum kopi di Aceh. Kupi Khop mulai dilirik banyak peminum kopi di Kota Banda Aceh. Tak hanya warga lokal tapi juga wisatawan yang berdatangan ke Banda Aceh. “Aneh saja cara minum kopi seperti ini, gelasnya terbalik, pake sedotan dan rasanya tetap kopi, baru pertama kali menemukan yang begini,” ujar Hendrik, seorang pengunjung di Banda Aceh asal Jakarta, akhir pekan lalu.

Hendrik menemukan kopi ini di Warung Kopi Tubruk di Kawasan Batoh, Banda Aceh. “Ada teman saya yang mengajak kesini, dan seperti cerita dia sebelumnya, ternyata benar ada sensasi unik minum kopi disini.

Hal senada juga diungkapkan Cut Farhani Rizky, pelaku tur wisata di Banda Aceh. Fara, mengaku sudah pernah mendengar nama kopi Khop namun baru kali ini mencobanya. “ Malu juga selaku pelaku tur wisata baru tahu cara minum kupi khop, dan ternyata caranya asik sekali, tiup sedotannya dan kemudian temukan rembesan kopinya, lalu minum, gak berasa panas, walau kopinya panas,” ungkap Fara, saat berkunjung ke Warung Kopi Tubruk Arabica di kawasan Batoh, Banda Aceh.

Aan Risnanda Fahlevi, manager sekaligus owner dari Warung Kopi Tubruk Arabica ini mengaku meski nama waringnya kopi tubruk Arabica, namun menu andalan dari warung kopi ini adalah Kupi Khop. “Ini tak lain untuk melestarikan kebiasaan minum kopi yang ppopuler di kawasan pesisir Aceh Barat. Jadi tradisi ini kita bawa ke Banda Aceh agar tradisi ini tetap lestari dan tidak hilang,” jelas Aan.

Dari kisahnya, Kupi Khop ini bermula dari kebiasaan warga pesisir di Aceh Barat yang minum kopi dalam waktu yang lama. Sekali pesan kopi, diminum seteguk kemudian ditinggal untuk bekerja di laut. Agar kopi tetap hangat dan tidak tercemar debu dan kotoran, makanya gelasnya dibalik, jadi saat si pemesan kopi tadi kembali setelah memancing ikan di laut, “mereka masih bisa menikmati kopinya lagi,” jelas Aan.

Penempatan sedotan di gelas kupi khop, sebut Aan, adalah untuk lebih memudahkan meminum kopi bagi kaum hawa. “Biasanya perempuan kan agak susah jika harus meminum kopi langsung teguk dari piring kopinya, makanya disediakan sedotan, dan penempatan sedotannya pun khusus yakni dijepit di dalam gelas, dan sedotan yang digunakanpun harus sedotan produksi lama yang lembut, bukan sedotan modern seperti kebanyakan,” ujar laki-laki yang kini juga menjadi duta wisata Kota Banda Aceh ini.

Jadi, jika ingin menikmati sensasi unik meminum kopi, silakan anda mencoba Kupi Khop, aroma dan cita rasa robusta nya dipastikan membuat anda peminum kopi tak ingin mencicipinya hanya sekali saja. Bagi yang tidak suka rasa pahitnya kopi, bisa kok mencampurnya dengan susu. [Yayan]