Budaya

Yuk, Kunjungi Pameran Nasional 100 Tahun Museum Aceh

  • Museum Aceh2
  • Museum Aceh12
  • Museum Aceh11
  • Museum Aceh10
  • Museum Aceh6
  • Museum Aceh5
Next
  • Museum Aceh2
  • Museum Aceh12
  • Museum Aceh11
  • Museum Aceh10
  • Museum Aceh6
  • Museum Aceh5
Previous
Foto-foto: Ahmad Ariska

Banda Aceh – Ribuan benda bersejarah dan kekayaan budaya Indonesia dari enam museum ternama di pamerkan di Museum Aceh, Kota Banda Aceh. Pameran sejarah nasional dalam rangka 100 tahun Museum Aceh berlangsung hingga 4 Agustus 2015.

Pengunjung bukan hanya bisa menyaksikan koleksi klasik dan langka, tapi juga bisa menikmati aneka kuliner khas Aceh, dan aksi teatrikal tokoh sejarah maupun pahlawan Aceh secara out door di lokasi. Kemudian ada story telling sejarah Aceh, bazar, dan aneka lomba.

Pameran resmi dibuka oleh Asisten III Pemerintah Aceh, Muzakar A Gani ditandai dengan penabuhan rapai bersama, Kamis, 30 Juli 2015. “Saya menghimbau masyarakat agar beramai-ramai datang ke museum ini untuk meningkatkan wawasan terhadap sejarah Aceh dan sejarah nasional,” ujar Muzakar mewakili Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi mengatakan, pameran nasional ini diikuti enam museum di Indonesia. Selain Museum Aceh, ada Museum Nasional, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta, dan Museum Benteng Vrederburg Yogjakarta. Selanjutnya Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh.

Pusat Dokumentasi Informasi Aceh juga ikut memamerkan berbagai koleksi langkanya di kolong Rumoh Aceh yang ada dalam komplek museum.

Reza mengatakan rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memberi edukasi dan mendorong masyarakat tertarik ke museum. Selain itu bagian dari mempromosikan sejarah Aceh terutama untuk generasi muda. Pembukaan pameran juga diisi dengan pengukungan Pengurus Asosiasi Museum Indonesia Daerah Aceh.

Ratusan pengunjung ikut hadir dan menikmati pameran usai prosesi pembukaan. Bukan hanya orang dewasa, tapi juga siswa sekolah. Beberapa wisatawan mancanegara juga terlihat di sini. [SM]